Netral English Netral Mandarin
02:58wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Sebut Giring Sampaikan Fakta Tentang Kebohongan Anies, PSI: Agar Rakyat Cermat Pilih Pemimpin

Kamis, 23-September-2021 23:00

Jubir PSI, Nanang Priyo Utomo
Foto : Istimewa
Jubir PSI, Nanang Priyo Utomo
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha tengah menjadi sorotan publik gara-gara pernyataannya tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Giring menuding Anies sebagai pembohong, pura-pura peduli dengan penderitaan rakyat yang terdampak pandemi Covid-19, hingga menyebut Anies menggunakan APBD DKI demi egonya maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Pernyataan Giring itu menuai pro kontra. Ada yang mendukung, namun tak sedikit juga yang mengkritik, menyindir dan menghujat. Sejumlah politisi pun ikut menyerang Giring dan membela Anies.

Menanggapi hal itu, juru bicara PSI Nanang Priyo Utomo menyatakan bahwa apa yang disampaikan Giring Ganesha adalah fakta tentang kebohongan Gubernur Anies. Ia menyebut Giring mengungkap kebenaran, bukan penyebaran kebencian.

“Bro Giring menyampaikan fakta-fakta kepada publik terkait kebohongan Gubernur Anies terhadap rakyatnya. Ini sangat jelas bukan penyebaran kebencian, melainkan pengungkapan kebenaran," kata Nanang dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

"Juga merupakan pendidikan politik kepada rakyat agar benar-benar cermat dalam memilih pemimpin,” sambungnya.

Menurut Nanang, Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta memperlihatkan  inkonsistensi antara pernyataan dan perbuatan.

Sebagai contoh, ia menyinggung uang yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk Formula E di tengah penderitaan rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Beliau mengatakan peduli dengan pandemi, tetapi ada anggaran yang dialokasikan untuk Formula E hampir Rp 1 triliun. Kalau benar-benar peduli, uang sebanyak itu ya dipakai untuk penanganan pandemi dan membantu rakyat yang terdampak,” ujarnya.

Pernyataan Giring, lanjut Nanang, juga memperjelas langkah Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta yang mengusullkan hak interpelasi terkait Formula E.

“Antara interpelasi dengan pernyataan Bro Giring saling berkaitan dan selaras. Pernyataan Bro Giring justru menggarisbawahi dan mendukung langkah kawan-kawan di DPRD yang mengajukan interpelasi,” kata kader Nahdlatul Ulama ini.

Ditegaskan Nanang, pernyataan Giring ditopang data yang kuat. Misalnya terkait dana Rp 1 triliun sebagai commitment fee yang diambil dari APBD selama 5 tahun untuk ajang Formula E.

Sebelumnya, Giring Ganesha menyebut Gubernur Anies sebagai pembohong karena ucapan dan tindakan tidak sejalan. Ia mengatakan, Anies kerap membuat pernyataan di media bahwa dia peduli dengan penderitaan rakyat yang dilanda pandemi Covid-19. Baginya, apa disampaikan Anies itu cuma pura-pura.

"Anies di hadapan media selalu menampakan diri peduli dengan penderitaan rakyat karena pandemi. Tapi apakah dia peduli?. Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak," kata Giring dalam video yang diunggah di akun media sosial PSI, Senin (20/9/2021).

Giring menyebut, Anies menggunakan uang rakyat demi egonya untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. "APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden 2024," tuturnya.

Sebagai contoh, ungkap Giring, sikap Anies yang ngotot menggelar Formula E dan mengabaikan tekanan publik agar ajang balap mobil listrik itu dibatalkan.

"Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu,” ujarnya.

Mirisnya, kata Giring, uang muka Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi.

“Uang sebanyak itu dihabiskan Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dunia, dan hidupnya susah karena pandemi," ucap mantan vokalis grup band Nidji itu.

"Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," tandas Giring.

Padahal, tambah Giring, Anies pernah mengaku bahwa DKI tidak punya dana untuk mengatasi Covid-19 dan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan pandemi di Jakarta.

"Di tengah semua penderitaan rakyat Anies mengatakan 'menyerah, tidak bisa mengatasi situasi'. Dia mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid dan minta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid rakyat Jakarta," imbuhnya.

Karenanya, Giring berkesimpulan bahwa mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bukanlah contoh pemimpin yang jujur dan mampu mengatasi krisis.

Pasalnya, tambah Giring, dalam menghadapi situasi krisis, seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang diambil dalam merespon situasi.

"Saya percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi. Karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis," paparnya.

"Dalam situasi krisis, seorang pemimpin sejati harus berupaya keras mungkin untuk menyelamatkan rakyat, menyelamatkan kepentingan yang lebih besar. Gubernur Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis,” jelas Giring.

Lebih jauh, Giring mengatakan rekam jejak Anies itu penting dijadikan bahan pertimbangan di Pilpres 2024 mendatang. Ia mengingatkan agar jangan sampai Indonesia dipimipin oleh Anies.

"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohongan, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P