Netral English Netral Mandarin
01:00 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Sebut HRS Jangan Dihukum, Mardani: Kekuatannya akan Buat Masyarakat Patuh 3M 

Senin, 21-December-2020 20:40

Mardani Ali Sera, politikus PKS.
Foto : dpr.go.id
Mardani Ali Sera, politikus PKS.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tidak setuju jika Habib Rizieq Shihab (HRS) dihukum dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Seharusnya, lanjut Mardani, sejak awal pemerintah merangkul Habib Rizieq untuk menjadi bagian dalam menerapkan Undang-Undang Karantina Kesehatan terkait pandemi Covid-19.

"Makanya saya selalu bilang, Habib Rizieq jangan dihukum. Ajak Habib Rizieq sebagai bagian untuk menerapkan Undang-Undang Karantina Kesehatan," kata Mardani dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Senin (21/12/2020).



Mardani meyakini, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu mampu membuat masyarakat patuh pada protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

"Habib Rizieq dengan kekuatannya akan membuat masyarakat lebih patuh untuk 3M. Pemerintah daerah patuh 3T (Tracing, Testing, Treatment)," ujar Anggota Komisi II DPR itu.

Namun, menurut Mardani, yang terjadi saat ini justru sebaliknya, di mana ia menilai Habib Rizieq dikriminalisasi.

"Justru ketika dikriminalisasi seperti sekarang, itu namanya pemerintah bukan mau menyelesaikan Covid tapi ada yang lainnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh kepolisian terkait kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Kasus itu pun kini telah diambil alih Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP