Netral English Netral Mandarin
05:13 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Sebut HRS Pengecut, TG: Sering Bermasalah dengan Hukum dan Kabur Saat Ada Masalah

Sabtu, 12-December-2020 19:40

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyebut Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai pengecut. Sebabnya ia kerap kabur ketika menghadapi Masalah.

Karena Itu, andaikan ia saat ini adalah anggota FPI, Sudah pasti ia Akan mundur Karena Punya Pemimpin pengecut dan sering bermasalah dengan hukum.

"Kalau gue anggota FPI, pasti gue sudah mundur ketika melihat Rizieq memaki sana sini, bermasalah dengan hukum dan kabur ketika menghadapi masalah.



Bagi gue, selain sikap itu bertentangan dengan ajaran Islam, gue malu punya pimpinan pengecut," tulis Teddy di akun Twitternya, Sabtu (12/12/2020).

Seperti diketahui HRS Sudah jadi langganan berurusan dengan Kepolisian. Tak hanya sekali, Habib Rizieq Shihab ternyata sudah enam kali menjadi tersangka atas kasus yang berbeda-beda.

Yang terbaru, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan yang melanggar protokol kesehatan.

Selain Rizieq Shihab, lima orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Polisi menemukan adanya unsur tindak pidana dalam acara yang menimbulkan kerumunan massa itu.

Ini bukan kali pertama ulama bernama lengkap Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab tersebut tersandung kasus hukum.

Catatan tentang perjalanan kasus hukum Rizieq Shihab menunjukkan ia berstatus tersangka sebanyak enam kali sejak 2001.

Pertama  ia menjadi tersangka kasus demo Anti-Amerika Serikat tahun 2001 kemudian tersangka penghasutan tahun 2002 karena
penyerbuan dan pengrusakan beberapa tempat hiburan di Jakarta oleh anggota FPI. 

Ketiga HRS menjadi tersangka kerusuhan Monas tahun 2008. Kasus kerusuhan Monas terjadi antara anggota FPI dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008, tepat pada Hari Kelahiran Pancasila.

Kerusuhan di Monas kemudian dikenal dengan sebutan insiden Monas.

Berdasarkan hasil penyidikan Polda Metro Jaya, Rizieq terbukti menjadi otak dari pengeroyokan AKKBB di Monas.

Keempat ia menjadi Tersangka kasus chat mesum tahun 2017. Ini adalah kasus paling menggemparkan bagi HRS. Kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan Firza Husein.

Kasus chat mesum itu berawal dari beredarnya tangkapan layar chat yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza melalui situs baladacintarizieq.com.

Kelima  jadi Tersangka kasus penghinaan Pancasila tahun 2017. Dalam periode yang sama dengan kasus chat mesum, Rizieq juga dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap menghina Pancasila.

Kasus itu ditangani Polda Jawa Barat dan menjadikan Rizieq sebagai tersangka.

Namun, kasus chat mesum dan penghinaan Pancasila telah dihentikan kepolisian dengan keluarnya surat penghentian penyidikan (SP3) dari Polri.

Status tersangka Rizieq pun gugur sebelum akhirnya saat ini ia kembali harus mendekam di penjara karena jadi Tersangka kasus kerumunan yang melanggar protokol kesehatan.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati