Netral English Netral Mandarin
22:56wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Sebut Jangan Ada Hijab, Baju Muslim, atau Batik dari China, Tokoh Papua: Waduh Gibran Lawan LBP

Rabu, 06-Oktober-2021 11:15

Luhut Binsar Pandjaitan dan  Gibran Rakabuming Raka
Foto : Kolase Netralnews
Luhut Binsar Pandjaitan dan Gibran Rakabuming Raka
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara menyebutkan jangan sampai ada hijab, baju muslim, atau batik dari China, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mendapat cibiran dari banyak pihak.

Tokoh asal papua, Christ Wamea juga ikut mencuit nyinyir.  Bahkan ia mengait-ngaitkan dengan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

“Waduh Gibran lawan LBP,” cuit Christ Wamea, Rabu 6 Oktober 2021.

Untuk diketahui, Gibran Rakabuming Raka sebelumnya menyebut digitalisasi UMKM pada masa pandemi sudah menjadi keniscayaan karena beralih ke teknologi baru merupakan sebuah kewajiban untuk mempertahankan bisnis dan mempercepat proses Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Di tengah pandemi seperti sekarang, kita mau tidak mau harus go digital. Ini bukan pilihan, ini kewajiban. Kalau tidak pasti akan mati,” kata Gibran saat konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual dan langsung dari Kota Solo, melansir Antara, pada Selasa (5/10/2021).

Ia mengatakan, Kota Solo telah berkomitmen membesarkan dan melindungi sektor UMKM. Untuk itu, Gibran berpesan pengelola e-commerce agar melindungi dan mengutamakan produk-produk UMKM dalam negeri.

“Produk-produk Indonesia harus diutamakan, jangan sampai ada misalnya sajadah, hijab, baju muslim, atau batik yang dari China,” ujar Gibran.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu juga berpesan agar agar biaya untuk merchant UMKM tidak terlalu tinggi sebab hal tersebut dapat menyebabkan mereka kesulitan dan tidak bertahan.

“Dari Kementerian, Walikota, Bupati, sudah mengajak ‘ayo go digital, ayo go digital’. Tapi kalau sudah go digital ternyata fee-nya tinggi, ini juga memberatkan untuk UMKM kita,” tutur Gibran.

Meski demikian, ia percaya seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga swasta, memiliki komitmen dan niat baik untuk melindungi UMKM Indonesia agar bisa naik kelas.

“Tempat ini, Solo Technopark ini, sudah lama agak tidak terurus. Ini mau kami ubah. Pemerintah Solo tidak bisa berjalan sendiri. Kalau ini semuanya di-handle oleh Dinas, mohon maaf, tidak mungkin bisa seperti ini. Yang ada hanya rutinitas monoton,” katanya.Oleh sebab itu, Gibran mengatakan pihaknya harus berkolaborasi dengan menggandeng tangan semua platform e-commerce untuk membuat komitmen dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya yakin Indonesia paling cepat proses pemulihan ekonominya, yang jelas karena capaian vaksinasi kita sudah tinggi. Saya ajak warga Solo tidak perlu takut lagi untuk beraktivitas. Kalau kita berdiam diri terus, menunggu sampai semua ini berakhir dan kita tidak tahu kapan ini akan berakhir, ekonomi kita akan seperti ini terus,” kata Gibran.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P