Netral English Netral Mandarin
19:13wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Sebut PKI Sudah Menyusup, DS: Pantas UI Nggak Maju2, lha wong Dosen Seniornya Kayak Gini

Kamis, 07-Oktober-2021 15:25

dosen senior Universitas Indonesia (UI) Taufik Bahaudin
Foto : Suara Nasional
dosen senior Universitas Indonesia (UI) Taufik Bahaudin
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen senior Universitas Indonesia (UI) Taufik Bahaudin mengatakan bahwa PKI telah menyusup di segala lini. 

Namun, pernyataannya justru mendapat respons keras dari Denny Siregar. 

“Pantas  @univ_indonesia gak maju2 dibandingkan universitas negara lain, lha wong dosen seniornya kayak gini,” kata Denny Siregar, Kamis 7 Oktober 2021.

Sebelumnya Taufik Bahaudin menyebutkan bahwa komunis sedang menyusup di berbagai lini dengan indikasi mengubah berbagai peraturan atau undang-undang seperti RUU HIP/BPIP.

Demikian dikatakan dosen senior Universitas Indonesia (UI) Taufik Bahaudin di channel YouTube Realita TV Rahma Sarita. “BPIP mengadakan lomba penulisan tema hukum menghormati bendera pada Hari Santri itu hanya kamulfase yang diindikasikan dijalankan komunis,” jelasnya.

Kata Taufik, tema lomba penulisan Hari Santri yang diadakan BPIP sebelum diganti memunculkan adu domba.

“Komunis itu sukanya adu domba,” ungkap Taufik.

Menjelang peristiwa 65, kata Taufik, PKI menyusup di tentara.

“Harusnya TNI tidak bisa disusupi PKI karena tentara dari rakyat,” jelas Taufik.

Kata Taufik, komunis gaya baru tidak menggunakan isu kemiskinan dan kerakyatan tapi mengubah peraturan atau undang-undang.

“RUU HIP atau BPIP diduga bisa menganulir TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pelarangan komunisme dan ajarannya,” jelasnya.

Taufik mengatakan, komunis gaya baru menyasar kalangan anak muda untuk memanipulasi peristiwa G30S/PKI.

“Komunis gaya baru menghilangkan sejarah pemberontakan komunis Madiun 1948 dan menuntut permintaan maaf negara terhadap PKI,” papar Taufik.

Ia khawatir infrastruktur yang berasal dari utang China diambil alih negara Tirai Bambu.

“Infrastruktur utang dari China bisa diambil China,” jelasnya seperti dinukil Keuanganews.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli