Netral English Netral Mandarin
14:37 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Sebut Rezim Bengis dan Kejam, DT: Polisi Tolong Tangkap Munarman!

Sabtu, 19-December-2020 15:00

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung meminta Kepolisian untuk menangkap Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Sebabnya, Munarman dinilai Dewi menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian saat Terjadinya demo 1812, Jumat kemarin.

"Polisi TOLONG TANGKAP MUNARMAN Manusia Ngga Jelas yg suka menyebarkan Fitnah dan Ujaran Kebencian

Manusia bermulut SAMPAH ini sebaiknya di Tindak secara Hukum



Munarman Manusia Ngga Jelas ini Apa sih prestasinya selain menjadi Penjilat Rizik Sihab." tulis Dewi di akun Twitternya, Sabtu (19/12/2020).

Sebelumnya, Sekretaris DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman menuturkan, tindakan pembubaran massa yang berdemonstrasi adalah bentuk bahwa negara bersikap diktator. Bahkan, Munarman menyebut bahwa pemerintah melanggar supremasi hukum.

"Pembubaran adalah bentuk bentuk dari neo otoritarianisme. Terbukti sudah negara ini sedang dikuasai oleh rezim diktator yang sudah melanggar prinsip prinsip the rule of law," kata Munarman ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (19/12/2020).

Dia menuturkan, atas tindakan teesebut, massa aksi lebih memilih untuk meninggalkan lokasi demo. Menurutnya, massa aksi malas berurusan dengan rezim yang kejam."Massa sudah mundur dan sudah membubarkan diri, karena malas menghadapi rezim bengis dan kejam ini," ujarnya.

Seperti diketahui, Aksi 1812 bertajuk ‘Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI. Aksi ini akan dihadiri berbagai organisasi masyarakat (Ormas). Di antaranya, FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan lainnya. Mereka menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI dan pembebasan Habib Rizieq Shihab.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati