Netral English Netral Mandarin
15:09wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Sebut Tugu Sepeda Penting, Musni: Untuk Mengenang Semangat Gowes Sepeda Warga Jakarta...

Senin, 12-April-2021 15:25

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar membeberkan enam alasan pentingnya Pemprov DKI Jakarta membangun Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Alasan pertama, Musni menyebut bahwa untuk menyukseskan Indonesia emas 2045 dibutuhkan SDM mumpuni yang mampu bersaing dipentas nasional dan internasional.

"SDM mumpuni adalah SDM yang berpendidikan dan berkualitas serta sehat. Untuk mewujudkan SDM yang sehat, maka rakyat Indonesia harus rajin berolah raga," kata Musni seperti dikutip dari websitenya, arahjaya.com, Senin (12/4/2021).

Kedua, warga DKI Jakarta lagi gandrung bersepeda saat ini. Gandrung bersepeda ini sangat penting disemangati dan diapresiasi. "Salah satu bentuk menyemangati dan memberi apresiasi kepada pesepeda dengan membuat Tugu Sepeda," ujarnya.

Ketiga, Musni mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyadarkan warga DKI pada khususnya, betapa pentingnya berolah raga. Salah satu bentuk olah raga yang masif dilakukan ialah gowes sepeda.

"Pemerintah DKI Jakarta merespon tingginya animo warga DKI dengan menyediakan jalur khusus bagi pesepeda, dan membuat tugu sepeda sebagai pengingat masifnya penggunaan sepeda gara-gara pandemi corona atau Covid-19," ungkapnya.

Keempat, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta ini berpendapat bahwa pembangunan Tugu Sepeda merupakan bentuk apresiasi dan dukungan dari Pemprov DKI kepada warga yang bahagia di tengah pandemi Covid-19.

"Walaupun DKI dan hampir seluruh Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19, tetapi warga DKI pada khususnya nampak amat bahagia. Sangat tepat jargon kampanye Anies-Sandi dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 “Maju Kotanya Bahagia Warganya," paparnya.

"Untuk memberi semangat dan apresiasi terhadap kebahagiaan yang dialami warga DKI pada khususnya adalah sangat wajar, jika dibuatkan tugu sepeda untuk mengenang semangat berolah raga gowes sepeda warga DKI Jakarta yang hampir setiap hari dilakukan. Puncak keramaian bersepeda pada hari libur nasional, sabtu dan ahad," jelas Musni.

Kelima, Musni berpendapat pembuatan Tugu Sepeda sama sekali tidak menganggu program utama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Ahmad Riza Patria. Apalagi, tambahnya, anggaran Rp 800 juta untuk membangun tugu tersebut tidak berasal dari APBD DKI.

"Pembuatan Tugu Sepeda di Jakarta, walaupun ada yang mengeritik sebagai tidak perlu karena masih banyak yang harus menjadi skala prioritas, tetapi sama sekali program utama Anies-Ariza dibidang pendidikan dan kesehatan serta bidang-bidang lainnya yang menjadi skala prioritas, terus digenjot sesuai janji politik Anies-Sandi dalam kampanye pemilihan Gubernur 2017. Apalagi biaya pembuatan tugu sepeda bukan dari APBD, tetapi dari pihak ketiga," paparnya.

Keenam, Musni menjelaskan, pembuatan Tugu Sepeda juga merupakan upaya Pemprov DKI memberi ruang bagi para pelaku seni untuk berkreasi demi memperindah Ibu Kota. Keindahan ibukota merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kampanye Anies-Sandi dalam pemilihan Gubernur DKI untuk menata kota Jakarta yang indah dan asri.

"Kita berharap bersepeda di masa depan tidak hanya sebagai sarana olahraga dan sarana rekreasi, tetapi juga sebagai sarana transportasi untuk melengkapi sarana transportasi massal yang terintegrasi dengan layanan transportasi publik Transjakarta dengan branding 'JakLingko," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli