Netral English Netral Mandarin
01:17wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Sebut Yahya Waloni 'Comberan,' Ngabalin: Harus Dihukum Sesuai Perbuatannya yang Merusak Citra Islam...

Rabu, 08-September-2021 07:39

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin 
Foto : Antara
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin 
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, perbuatan penceramah Yahya Waloni telah merusak citra Islam dan kehidupan toleransi di Indonesia.

Karenanya, Ngabalin meminta aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpal kepada tersangka kasus dugaan penistaan agama itu.

Hal tersebut disampaikan Ngabalin melalui akun Twitternya dalam mengomentari pemberitaan media soal kondisi kesehatan Yahya yang sudah membaik setelah menjalani perawatan di RS Polri karena sakit dan penceramah kontroversial itu bakal dijemput Bareskrim Polri untuk melanjutkan proses hukum kasusnya.

"Yahya COMBERAN harus dihukum sesuai perbuatannya yang merusak citra Islam dan merusak kehidupan toleransi di berbagai pidatonya," tulis @AliNgabalinNew, Selasa (7/9/2021).

Ngabalin yakin jika Polri profesional dalam menangani kasus Yahya Waloni. Ia berharap kasus tersebut tidak diselesaikan hanya dengan permintaan maaf melalui surat bermeterai.

Penegakan hukum kasus penistaan agama ini, lanjut Ngabalin, sangat penting agar memberikan efek jera sekaligus pelajaran bagi yang lain supaya menghindari sikap intoleran.

"Saya sangat yakin POLRI profesional untuk hal ini. Jangan lagi pakai materai 10Rb dalam menyelesaikan perkara SARA ini biar jadi pelajaran bagi yang lain.#WaspadaBahayaIntolaran," pungkas Ngabalin.

Seperti diberitakan, Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri di kediamannya Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Yahya ditangkap berdasarkan laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa, 27 April 2021 dengan register Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM.

Yahya dilaporkan karena ceramahnya yang menyebut bahwa Bible (Injil) tak hanya fiktif, tapi juga palsu. Ia dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Yahya kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA.

Dalam kasus ini, Yahya Waloni dipersangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP. Ia terancam penjara hingga enam tahun.

Usai ditangkap, Yahya Waloni sempat dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (26/8/2021) malam. Ia dikabarkan mengalami pembengkakan jantung.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kondisi kesehatan Muhammad Yahya Waloni (MYW) sudah membaik dan siap untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

"Saat ini kondisi MYW sudah sehat dan tidak ada keluhan lagi. Tim dokter menyatakan Saudara MYW sudah bisa menjalani rawat jalan," kata Ramadhan, Kamis (2/9/2021), dikutip dari Antara.

Karena kondisi kesehatan Yahya sudah membaik, lanjut Ramadhan, maka penyidikan atas perkara dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama segera dilanjutkan setelah yang bersangkutan di jemput oleh penyidik Bareskrim Polri.

"Pihak RS Polri sudah meminta penyidik menjemput Saudara MYW untuk mengambil kembali sesuai prosedur yang berlaku," tutur Ramadhan. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati