Netral English Netral Mandarin
06:45 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Sederhana Bila Prancis Mau Damai, Ustaz Ini Ungkap Caranya

Senin, 02-November-2020 00:00

BBC
Foto : Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
BBC
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Da’i Ustaz Hilmi Firdausi mengakui, tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menghina Islam. Terbukti, tindakan Presiden Macron kini dampaknya menuai kontroversi, tidak hanya dari Indonesia tetapi dunia.

Menghadapi hal ini menurut Istaz Hilmi, ada tindakan sederhana yang bisa dilakukan oleh Prancis. Usulan Ustaz Hilmi bisa dilakukan, apabila Prancis mau berdamai. 

"Sebenarnya kalau Prancis mau damai sederhana saja ; Macron minta maaf kpd Ummat Islam," kata Ustaz Hilmi, dikutip dari cuitannya, Jumat (30/10/2020).



Lebih lanjut Ustaz Hilmi sebutkan cara sederhana selanjutnya, yakni melarang penghinaan pada Rasullulah. Dia juga meminta untuk dihentikan bentuk tindakan Islamophobia.

"Lalu melarang penghinaan kpd Rasulullah (bkn malah memfasilitasi) & hentikan Islamophobia," tegas Pemilik SIT Daarul Fikri dan Pengasuh PPA Yatim Dhuafa Assa’adah ini.

Sebelumnya, disebut Ustaz Hilmi, Islam adalah agama terbesar kedua di Prancis.

Kontribusi imigran Muslim pun dinilai cukup besar di negara tersebut.

Dikatakannya, menghina Islam sama dengan memantik perpecahan di Perancis dan negara Eropa lainnya.

"Islam cinta damai, tp kalau dihina Allah & RasulNya, org yg dihatinya msh ada iman pasti akan marah !," tegas dia.

Reporter : Martina
Editor : widi