Netral English Netral Mandarin
20:35wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Sehari Setelah Dikenakan Jokowi, Busana Baduy Kebanjiran Pesanan

Rabu, 18-Agustus-2021 08:30

Busana Baduy kebanjiran order.
Foto : Setpres.
Busana Baduy kebanjiran order.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pesanan pakaian adat Baduy makin ramai diterima UMKM di kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. 

Hal ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai busana adat masyarakat Baduy pada Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR/DPR dan DPD di Jakarta.

"Kami merasa kewalahan melayani pesanan dan di antaranya 30 konsumen dari Bali, " kata Kudil, seorang pelaku UMKM masyarakat Baduy, Selasa, (16/8/2021)

Kebanyakan permintaan pesanan produk kerajinan tu pakaian pangsi yang biasa digunakan sehari-hari masyarakat Baduy. Permintaan terus meningkat, sehingga berdampak terhadap omzet pendapatan pelaku UMKM.

Meningkatnya permintaan tersebut setelah Presiden Jokowi menggunakan busana masyarakat adat Badui pada Sidang Kenegaraan yang dihadiri MPR, DPR dan DPD.

Busana adat masyarakat Badui yang dikenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR, dan DPD di Jakarta, Senin,  senilai Rp240 ribu. 

"Busana yang dikenakan Bapak Presiden itu dijual normal oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Badui, " kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten,   Jaro Saija di Lebak. 

Ia mengatakan pelaku UMKM Badui di pedalaman Kabupaten Lebak tentu merasa bangga, karena hasil kerajinannya  dikenakan oleh orang nomor satu di Indonesia.

Menurut dia, busana adat Badui kini menjadi perhatian masyarakat luas, setelah dikenakan Presiden Jokowi pada Sidang Kenegaraan. 

Presiden Jokowi sangat memperhatikan  keanekaragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia dengan banyak khasanah budaya masyarakat.

Karena itu, UMKM masyarakat Badui diyakini akan bangkit setelah Presiden Jokowi mengenakan busana Badui. 

Kata dia, pelaku UMKM masyarakat Badui terpuruk akibat pandemi COVID-19. "Kami yakin penggunaan busana oleh Presiden dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM," jelas Jarro.

Menurut dia, pelaku UMKM Badui itu menjual busana adat tersebut kepada Presiden dengan harga normal untuk pakaian dan celana dijual Rp240 ribu, tas koja Rp40 ribu, dan lomar atau ksini pengikat kepala Rp25 ribu.

 Produk kerajinan masyarakat Badui relatif murah dan terjangkau masyarakat , sebab, kata dia, orang yang membeli kerajinan Badui juga terdapat warga lokal.

Sementara itu, Amir, seorang pelaku UMKM Badui mengatakan  busana yang dipakai Presiden Jokowi itu namanya pakaian kampret yang digunakan sehari-hari masyarakat Badui. Pakaian itu, kata dia, selain elegan juga memiliki filosofi kesederhanaan serta  cinta alam. "Kami berharap di tengah pandemi itu pelaku UMKM Badui mengalami kemajuan, " katanya.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten optimistis kerajinan masyarakat Badui mampu menembus pasar dunia melalui pemasaran berbasis teknologi digital internet.

"Saat ini kerajinan Badui sudah mulai memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk. Selain itu, ketika Presiden Joko Widodo menggunakan busana masyarakat Badui saat pidato pada Sidang Tahunan bersama MPR/DPR dan DPD di Gedung MPR/DPR, ini juga memberi sinyal bahwa kerajinan Badui akan lebih terkenal lagi," kata Kepala Bidang Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Yudawati di Lebak, dilansir Antara.

Menurutnya, penggunaan pakaian busana Badui itu merupakan promosi dan akan membangkitkan kembali pelaku UMKM masyarakat Badui di tengah pandemi. 

Sebab, tidak tertutup kemungkinan pelaku UMKM Badui kebanjiran pesanan dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan. 

Menurut dia, pemerintah daerah juga memberikan pembinaan dengan meningkatkan diversifikasi produk kain tenun Badui melalui pelatihan dan bantuan. 

Saat ini, jumlah pelaku UMKM Badui sebanyak 2.000 unit usaha, bahkan mereka memasarkan tenun dan batik Badui dengan membuka gerai di kawasan pemukiman adat. 

"Kami yakin produk UMKM Badui bisa mendunia melalui pemasaran online di internet itu sehingga dapat menopang ekonomi mereka," tutur Yudawati 

Selama ini perajin tenun dan batik Baduy dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat juga menyerap lapangan pekerjaan. Pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas kain dan batik Badui baik motif maupun warna. 

Sebab, batik Baduy didominasi warna biru dan hitam dan perlu dilakukan perubahan motif. Namun, keaslian warna asli Baduy tetap dipertahankan, tetapi perlu dikolaborasikan dengan batik lain di Tanah Air. "Saya yakin jika warna batik Baduy dikolaborasikan dengan batik lain dipastikan bisa memiliki nilai jual tinggi," katanya menjelaskan. Sementara itu, Amir (45) seorang pelaku UMKM mengatakan dirinya tentu merasa bangga pakaian busana Badui dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia. Pemakaian busana adat Baduy dipastikan akan berdampak terhadap pendapatan ekonomi pelaku UMKM Badui. 

Saat ini, banyak pesanan pakaian pangsit seperti yang dipakai Presiden Jokowi. Bahkan, di antaranya pesanan dari Malaysia da Korea Selatan melalui digitalisasi secara online. Produk kerajinan Badui antara lain kain tenun tradisional, pakaian pangsit atau kampret, batik Badui dan selendang. 

Selain itu juga aneka cenderamata yang menggunakan bahan baku batok kelapa, ikat tali teuerep, golok, lomar, minuman jahe dan tas koja.

Produk kerajinan Baduy dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp1, 5 juta dan tergantung kualitas. ”Kami juga terbantu pemasaran secara online hingga mendapat pesanan dari mancanegara, " tutur Amir.

 

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P