Netral English Netral Mandarin
00:19wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sekolah di Afghanistan Dibuka Lagi Hanya untuk Laki-Laki, DS: Susah Payah Nabi Angkat Martabat Perempuan, Lucunya...

Senin, 20-September-2021 11:38

Denny Siregar dan ilustrasi sekolah di Afghanistan
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan ilustrasi sekolah di Afghanistan
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar bahwa sekolah di Afghanistan dibuka lagi namun hanya untuk kaum laki-laki membuat Denny Siregar mencuit keras. 

“Beginilah kalo konsep khilafah mereka jalan di Indonesia. Wanita hanyalah warga negara kelas 2. Susah payah Nabi angkat harkat wanita di masa jahiliyah, dijatuhkan lg oleh mrk yg ngaku pengikutnya,” kata Denny Siregar, Senin 20 September 2021.

“Lucunya, ada jg wanita2 di Indo yg dukung khilafah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sekolah di Afghanistan kembali buka, Sabtu (18/9). Kementerian Pendidikan Afghanistan dari Taliban mengatakan semua siswa laki-laki kelas enam sampai 12 dan guru laki-laki harus melanjutkan kelas mulai Sabtu (18/9).

Pernyataan yang disampaikan melalui laman Facebook pada Jumat (17/9) tersebut tidak menyinggung siswa dan guru perempuan. Kondisi kurangnya panduan menyoroti kekhawatiran yang sedang berlangsung bahwa Taliban mungkin memberlakukan pembatasan pada anak perempuan dan perempuan dewasa.

Sebelumnya Taliban mengizinkan anak perempuan di kelas satu hingga enam untuk melanjutkan kelas. Taliban mengambil alih pemerintahan Afganistan pada bulan lalu.

Taliban telah melarang anak perempuan dan perempuan dewasa untuk bersekolah dan bekerja. Bahkan dalam pemerintahan saat ini, di beberapa provinsi, perempuan masih tidak diperbolehkan melanjutkan pekerjaannya, kecuali perempuan yang pernah bekerja di dinas kesehatan, rumah sakit, dan pendidikan.

Beberapa hari lalu, Menteri Pendidikan Tinggi pemerintahan baru Afghanistan Abdul Baqi Haqqani mengumumkan Perempuan di Afghanistan dapat melanjutkan studi di universitas, termasuk di tingkat pasca sarjana. Namun, mahasiswi akan menghadapi batasan, termasuk aturan berpakaian wajib.

Haqqani mengatakan, jilbab akan menjadi busana wajib tetapi tidak menentukan apakah ini berarti jilbab saja atau juga penutup wajah juga. Pemisahan terhadap perempuan dan laki-laki pun harus dilakukan dalam ruang belajar.

"Kami tidak akan mengizinkan anak laki-laki dan perempuan untuk belajar bersama. Kami tidak akan mengizinkan pendidikan bersama," ujar Haqqani dinukil Republika. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli