Netral English Netral Mandarin
04:02wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Dolar AS Sedikit Menguat di Akhir Perdagangan, Ini Faktor Pendorongnya

Sabtu, 17-Juli-2021 08:22

Ilustrasi Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Dolar AS
14

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar mata dolar AS sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu 17/7/2021 pagi WIB), namun mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, setelah data penjualan ritel yang optimis mendorong ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat pada kuartal kedua. 

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,11 persen menjadi 92,675. Indeks dolar menguat 0,60 persen untuk minggu ini. 

Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada Juni karena permintaan barang-barang tetap kuat bahkan ketika pengeluaran beralih kembali ke bidang jasa-jasa. 

Sebuah survei yang menunjukkan sentimen konsumen AS turun tajam dan tak terduga pada awal Juli ke level terendah dalam lima bulan, karena kekhawatiran inflasi merusak kepercayaan pada pemulihan ekonomi, tidak banyak mempengaruhi dolar yang lebih kuat. 

Data AS yang solid dan pergeseran ekspektasi suku bunga setelah Federal Reserve pada Juni mengisyaratkan kenaikan lebih cepat dari perkiraan pada 2023 telah membantu mengangkat dolar dalam beberapa pekan terakhir. 

Penguatan dolar pada Jumat (16/7/2021) terjadi meskipun Ketua Fed Jerome Powell mengulangi pada Kamis (15/7/2021) bahwa kenaikan inflasi kemungkinan akan bersifat sementara dan bahwa bank sentral AS akan terus mendukung perekonomian. 

"Data itu konsisten dengan ekonomi yang membuat langkah substansial dan memperkuat ekspektasi pertumbuhan kuartal kedua yang sangat kuat sekitar 10 persen," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington. 

"Latar belakang kenaikan inflasi, penurunan pengangguran, dan konsumen yang tangguh membuat kasus yang menarik bagi The Fed untuk melepaskan stimulus," kata Manimbo. 

Dolar Selandia Baru naik 0,44 persen setelah data menunjukkan harga-harga konsumen Selandia Baru naik jauh lebih cepat dari yang diharapkan, mendorong beberapa di pasar untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga segera setelah Agustus. 

Sterling jatuh terhadap dolar, dengan laju untuk pekan terburuk dalam sebulan, karena investor mencari keamanan di greenback di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus COVID-19 secara global. 

Dolar Kanada menguat 0,1 persen pada Jumat (16/7/2021), dibantu oleh data perdagangan grosir domestik yang optimis, sehari setelah menyentuh level terendah hampir tiga bulan terhadap mitra AS. 

Mata uang kripto menemukan dukungan setelah turbulensi baru-baru ini, dengan Bitcoin hampir datar di 32.027,33 dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli