Netral English Netral Mandarin
15:50wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Selasa Pagi Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ini Penyebabnya

Selasa, 27-April-2021 10:15

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (27/4/2021) pagi melemah seiring perhatian pasar terhadap kebijakan bank sentral global. 

Pada pukul 09.36 WIB, rupiah melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.500 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.485 per dolar AS. 

"Dolar AS tampak bergerak naik di awal sesi Selasa, walau pelaku pasar nampak masih akan berhati-hati menjelang laporan kebijakan moneter dari dua bank sentral global," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (27/4/2021). 

Bank of Japan (BOJ) akan melaporkan kebijakan moneternya pada pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB dan The Federal Reserve AS pada Kamis (29/4/2021) mendatang pada pukul 01.00 WIB. 

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya berada di posisi 90,94, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 90,81. 

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,577 persen, naik tipis dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,570 persen. 

AS juga akan merilis laporan House Price Index (HPI) pukul 20.00 WIB serta laporan CB Consumer Confidence dan Richmond Manufacturing Index pada pukul 21.00 WIB. 

Data-data tersebut berpeluang menjadi penggerak bagi dolar AS dan dapat berimbas pada harga komoditas dan mata uang utama lainnya. 

Pada Senin (26/4/2021) lalu, rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli