Netral English Netral Mandarin
10:29wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Selasa Sore Nilai Tukar Rupiah Masih Lanjut Melemah, Ini Penyebabnya

Selasa, 02-Maret-2021 18:15

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (2/3/2021) sore masih berlanjut melemah, meski imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat telah turun pada pekan ini.

Rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,49 persen ke posisi Rp14.325 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.255 per dolar AS.

"Dari eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,42 persen setelah sempat naik hingga 1,6 persen pada pekan lalu.

Hal itu didorong sentimen para pelaku pasar yang percaya bahwa yield obligasi AS naik terlalu cepat di saat inflasi di AS masih cukup rendah serta kuatnya sinyal dari The Fed untuk terus mempertahankan tingkat suku bunga rendah.

"Kenaikan yield US teasury yang dilatarbelakangi prospek pertumbuhan ekonomi serta inflasi yang kemungkinan menanjak, juga berarti pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral AS akan mengurangi nilai program pembelian obligasi dan surat berharga lainnya," ujar Ibrahim.

Indeks dolar AS saat ini berada di level 91,3, naik 0,23 atau 0,26 persen dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Dari internal, pemerintah memberikan insentif tambahan ke sektor properti. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menetapkan kebijakan uang muka atau down payment (DP) nol persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Kini, pemerintah menetapkan pajak pertambahan nilai (PPN) nol persen atau PPN ditanggung pemerintah yang berlaku mulai 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Menurut Ibrahim, kebijakan ini merupakan upaya yang baik diambil oleh pemerintah yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi khususnya properti, yang diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan kebijakan tersebut akan membantu pengembang perumahan dalam peningkatan penjualan di tengah pandemi COVID-19.

"Bagusnya data internal tidak bisa mengangkat sentimen positif karena data eksternal lebih kuat perannya, sehingga wajar kalau rupiah melemah cukup tajam dan dalam minggu ini bisa ke posisi Rp14.500 per dolar AS," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.273 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.270 per dolar AS hingga Rp14.330 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah Rp14.307 per dolar AS, dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.300 per dolar AS.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati