Netral English Netral Mandarin
12:24wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Semarang Banjir, Ganjar: Saya yang Salah, Netizen: Tetanggaku yang Salah Gorong-Gorong

Rabu, 24-Februari-2021 14:49

Ganjar Pranowo
Foto : Warta Ekonomi
Ganjar Pranowo
31

SEMARANG, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengejutkan publik. Terkait banjir yang melanda Semarang, ia justru menyatakan dirinya yang bersalah.

Sontak banyak warganet memberikan komentar. Rabu (24/2/21) di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen memberi tanggapan. 

MLT: "Menyadari kesalahan itu penting agar bisa koreksi lebih lanjut hal2 yang terkait kebijakan2 selama ini hingga menyebabkan banjir.⁣ Masalahnya kalau ada pemimpin gak mau disalahkan tapi sibuk mencari2 kesalahan pendahulunya dan sibuk mencari pembenaran bahwa dirinya yang paling benar dan paling keren...angel wes angel iki."

Azis: "Nyinder we, 2jt Warga Siap ke batavia."

Dewi Sandra: "Iyo pak gup....nek salah ndang di dandani..."

Ellen Mangapul Sitorus: "Pemimpin ya ngene iki."Bagoes: "Kalau Mau, Pak Ganjar kan Bisa Menyalahkan Wali Kota, Bupati Atau Menyalahkan Air Kiriman Dari HULU Dan Dari LANGIT...."Harry Satrya: Pak ganjar mestinya bilang itu banjir kiriman dari mana, turus ngirimnya pake apa dst."

Sukimin: "Tetanggaku : Yg SALAH HUJAN, yg SALAH PUNCAK, yg SALAH BOGOR, yg SALAH GORONG2, Padahal yg GOBL*K DIA #air hujan masuk tanah, #air sisa masuk Rumah, Bhagia warganya, KLELEP warganya."

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang paling bersalah atas peristiwa banjir di sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Selasa lalu (23/2). Kantor Pemprov Jateng pun turut terendam banjir Semarang.

Ganjar menganggap dirinya orang yang paling bersalah saat menjawab saat membalas pernyataan warganet di Twitter. Warganet itu mulanya mengomentari video unggahan Ganjar yang memperlihatkan Stasiun Pompa Kalibaru, Semarang.

"Padahal kalau mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan walikota lalu salahkan air kiriman Ungaran," demikian cuitan akun @aditya180204 pada pada Selasa (23/2) malam pukul 21.40 WIB.

Ganjar kemudian membalas cuitan akun tersebut.

"Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik," jawab Ganjar, selang empat menit kemudian.

Berdasarkan penelusuran, akun @aditya180204 baru dibuat Januari lalu dan baru memiliki dua pengikut. Akun @aditya180204 juga baru tiga kali menulis cuitan di laman profil dan dua di antaranya berisi cuit menyebarkan tautan kritik terhadap banjir di DKI Jakarta.

terutama usai Kantor Ganjar ikut terendam usai hujan selama dua jam pada Selasa (23/2) petang.

Banjir merendam Kantor Ganjar dengan ketinggian air antara 10-50 centimeter. Air banjir menggenangi lantai 1 Gedung B dan selasar penghubung ke Gedung A.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, banjir juga merendam sejumlah titik di kawasan Kota Lama seperti perempatan Hotel Metro dan Pasar Johar, depan Kantor Pos Besar, Jalan Tawang Stasiun Tawang hingga sepanjang Jalan Letjen Suprapto sekitar Gereja Blenduk.

Genangan air bahkan masih dapat ditemukan hingga pukul 22.00 WIB dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.

"Rumah saya kan di Kebonharjo. Satu-satunya jalannya lewat sini. Kalau nunggu surut sepertinya lama ya, jadinya nekad terobos tapi ya akhirnya mogok begini," ujar salah satu warga bernama Imam saat mencoba menerobos banjir seperti dinukil Cnnindonesia.com.

Banjir juga merendam Stasiun Tawang Semarang di area ruang tunggu, peron, hingga jalur rel tempat kereta berhenti. Kondisi ini membuat Stasiun Tawang kembali lumpuh dan tidak beroperasi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto