Netral English Netral Mandarin
10:40wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Sempat Ditutup, Masjid di Beijing Kembali Laksanakan Salat Jumat

Sabtu, 27-Maret-2021 06:45

Petugas kesehatan sedang melakukan pemeriksaan di Beijing, China.
Foto : BBC
Petugas kesehatan sedang melakukan pemeriksaan di Beijing, China.
15

BEIJING, NETRALNEWS.COM -Sejumlah masjid di Kota Beijing, China, mulai lagi menggelar Jumatan setelah sempat ditutup lebih dari dua bulan akibat munculnya gelombang kedua COVID-19, yang menginfeksi ratusan warga di Shijiazhuang, Provinsi Hebei.

Kegiatan shalat Jumat pun berlangsung seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Setiap anggota jamaah yang memasuki areal masjid harus melewati alat pemindai suhu tubuh dan pemindai kartu kesehatan digital (jiankang bao) yang disahkan oleh Pusat Pencegahan dan Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing.

"Kegiatan shalat Jumat dan aktivitas lainnya di masjid ini sudah mulai normal," kata Yusuf Hu selaku pengurus Masjid Nandouya, Beijing, ditemui usai shalat Jumat.

Pihak takmir juga telah memasang tanda jarak saf sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Di Beijing, terdapat sekitar 76 unit masjid yang selama ini digunakan untuk kegiatan ibadah 600 ribu jiwa umat Islam yang didominasi etnis minoritas Muslim Hui.

Masjid-masjid di Beijing rata-rata merupakan bangunan kuno peninggalan Dinasti Ming dan Dinasti Qing atau sekitar tahun 1368 hingga 1912 bergaya arsitektur China klasik. 

Sejak kasus COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir 2019, otoritas pemerintah China menerapkan sistem buka-tutup masjid dan rumah ibadah lainnya di seluruh wilayah China daratan. 

Terakhir, rumah-rumah ibadah di China ditutup per 1 Januari 2021 setelah ditemukan kasus baru di Shijiazhuang yang kemudian menjalar ke kota-kota lain. Penutupan tersebut berlangsung lebih dari dua bulan. 

Pembukaan kembali rumah-rumah ibadah itu dilakukan setelah otoritas setempat menilai program vaksinasi massal yang sudah menjangkau lebih dari 90 juta orang sejak awal Januari lalu berjalan efektif dalam mencegah pandemi. Demikian dilansir dari Antara.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian