Netral English Netral Mandarin
22:22wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sempat Kejegal Bareng di DPRD DKI, Yani Lenggang jadi Walkot Jakbar, Isnawa Tetap Wakil Walkot Jaksel

Kamis, 16-September-2021 10:20

Ketua Komisi A, Mujiyono
Foto : Istimewa
Ketua Komisi A, Mujiyono
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski memiliki pengalaman yang sama ‘kejegal’ di DPRD DKI Jakarta untuk menjadi sosok Wali Kota, namun nasib Yani Wahyu Purwoko dan Isnawa Adji kini berbeda. Yani sekarang direkomendasikan menjadi Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, sedangkan Isnawa Adji tetap menjadi Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Bahkan kursi Walkot Jaksel yang kosong ditinggal Marullah Matali karena naik menjadi Sekda DKI Jakarta sejak Januari 2021 lalu, itu bakal diisi oleh Munjirin. Sosok Munjirin dinilai ‘menyalip’ Isnawa di Jaksel, karena saat ini Munjirin masih menjadi anak buah Isnawa sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Hal itu terungkap berdasarkan tes kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang diikuti Yani dan Munjirin di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (15/9/2021) lalu. Komisi A dan Ketua DPRD DKI Jakarta sepakat merekomendasikan Gubernur agar melantik Yani sebagai Walkot Jakbar, sedangkan Munjirin Walkot Jaksel.

Sosok Yani dan Isnawa sudah tak asing lagi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta. Selain pernah mengemban amanah sebagai pejabat eselon II-A, mereka juga pernah diajukan Anies sebagai calon Wali Kota pada Februari 2021 lalu.

Tapi nama mereka dicoret Pimpinan DPRD DKI Jakarta dengan berbagai alasan. Sosok Yani dicoret karena memiliki rekam jejak kurang baik, karena pernah menodong warga memakai pistol airsoft gun ketika menjadi Camat Penjaringan, Jakarta Utara pada 2015 silam.

Sedangkan Isnawa dinilai tidak mencerminkan sikap pemimpin wilayah yang harus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warganya. Sikap itu dinilai dewan, ketika Isnawa ditanya soal penanganan banjir.

Di hadapan media, Isnawa berujar bahwa banjir yang terjadi di Pejaten Timur beberapa waktu lalu akan surut dengan sendirinya. Warga yang terdampak banjir akan mengungsi di masjid dan pasar lokal, setelah banjir surut warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pemilihan Munjirin sebagai Walkot Jaksel dibanding Isnawa sudah melewati proses pembahasan yang matang. Keputusan itu juga berdasarkan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) DKI Jakarta.

“Itu melalui proses, sudah melalui proses Baperjakat,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (15/9/2021) malam.

Baperjakat DKI Jakarta bertugas memberi pertimbangan kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah untuk mengangkat, memindahkan dan memberhentikan PNS dari jabatannya. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 165 tahun 2015 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

“Jadi, semua ada prosesnya sehingga ada satu keputusan yang bijaksana dilihat dari berbagai sudut terbaik,” kata Ariza.

Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Yani Wahyu Purwoko agar tidak bersikap arogan bila dilantik menjadi Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Hal ini berkaca pada kasus ‘Camat Koboi’ yang dilakukannya ketika mengemban amanah menjadi Camat Penjaringan, Jakarta Utara pada 2015 silam.

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, pesan itu disampaikan kepada Yani saat menjalani tes kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (15/9/2021) siang. Sebelum rapat, anggota dewan mengaku telah memiliki catatan buruk Yani ketika menjabat sebagai Camat Penjaringan.

“Pak Yani ini punya catatan buruk dan catatan kurang baik oleh kami dan hampir semua anggota dewan. Ini terkait arogansi yang pernah dilakukan,” kata Mujiyono di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (15/9/2021).

Meski demikian, dewan akhirnya memberi kesempatan kepada Yani untuk menempati jabatan Wali Kota karena mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya sikap Yani yang menjadi lebih baik di pemerintahan pasca kejadian ‘Camat Koboi’ beberapa tahun silam.

“Dia juga sudah meminta maaf, mengakui kesalahannya dan sudah bersikap baik selama ini,” ujar Mujiyono.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP