Netral English Netral Mandarin
18:51wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Sempat Trauma Karena Pekerjaan dan Cinta, Begini Kisah Adik Kriss Hatta Jadi Mualaf

Rabu, 28-Juli-2021 13:45

Cyndyana Lorens
Foto : Istimewa
Cyndyana Lorens
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Adik Pesinetron Kriss Hatta, Cyndyana Lorens membagikan kisah dirinya menjadi mualaf. Kisah itu dia bagikan melalui unggahan di Instagramnya, sambil menunjukkan sertifikat "Pernyataan Memeluk Agama Islam".

Sebelumnya dia mengaku, jarang menyampaikan update soal kehidupannya di media sosial akhir-akhir ini. Dia hanya update di dunia maya, apabila ada keperluan endorse atau membagikan soal hobi golf nya. 

"Karena saat itu aku merasa aku nggak ga punya kewajiban lagi untuk share semua hal dihidupku. Apalagi masalah kerjaan dan cinta, karena jujur aku cukup trauma skg kalau oversharing," ujar dia, dikutip dari unggahan Instagramnya, Rabu (28/7/2021). 

Dia mengaku, pengikutnya di media sosial pernah ada mendukung dan menemaninya pada saat-saat yang tidak menyenangkan. Pengikut di media sosialnya jadi salah satu alasan bagi dia bisa melewati semua hal, dan bisa menjadi seperti sekarang. 

"Iya, 2021 menjadi tahun dimana aku, kembali berkembang.. namun kali ini dalam aspek keimananku," ujar wanita yang berprofesi sebagai pramugari ini.

Untuk orang-orang terdekat, pasti sudah mengetahui apabila keluarganya adalah keluarga yang memberikan kebebasan kepada setiap anggotanya untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. 

"Begitupun aku dua bulan yang lalu, Alhamdulillah sudah menjadi seorang mualaf di Mesjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta," ungkap wanita berambut panjang ini.

Dia mengaku sudah menjalani berbagai sehingga bisa mendapatkan sertifikat yang dia tunggu-tunggu. Dia juga berbulan-bulan berdialog dan mencoba menemukan missing pieces di dalam hidupnya. Sampai akhirnya dia mantap berpindah keyakinan tanpa paksaan orang lain kala itu. 

"Untuk beberapa orang mungkin hal ini mengecewakan kalian, namun aku tetaplah aku. Seseorang yang akan selalu mendengarkan setiap curhatan kalian, yang tidak pernah mampu menghakimi setiap tindakan orang lain terhadap hidupnya," ucap wanita yang sebelumnya memeluk Agama Kristen ini.

Besar harapan, para pengikut di media sosialnya tidak mengasumsikan semua hal dengan mata yang gelap. 

Dia pastikan, tidak ada yang berubah dari dirinya sama sekali. Sehingga dia harap para pengikutnya tidak merubah sikap kepadanya.

"Izinkan aku matikan kolom komentar untuk pertama kalinya, karena aku yakin hal ini cukup sensitif bagi banyak orang.

Love ya moi fellow netijen!," tutup dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Wahyu Praditya P