Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:31wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Semprot Loyalis Anies, Uki: Menjilat Demi Pertahankan Jabatan Komisaris Ancol

Jumat, 26-Februari-2021 18:50

Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi
Foto : Istimewa
Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau Uki mengomentari cuitan loyalis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Geisz Chalifah yang menyindir pihak-pihak yang menyerang Anies soal banjir di Ibu Kota.

Adapun Geisz mencuit bahwa pihak-pihak yang dijulukinya buzzeRp OD (otak dikit) itu menunggu banjir untuk bully Anies, namun ternyata banjir di Ibu Kota cuma sehari, dan hal itu membuat penghasilan kaum OD turun drastis.

Kicauan Geisz itu mendapat balasan menohok dari Uki. Ia menuding Geisz 'menjilat' Gubernur DKI demi mempertahankan posisinya sebagai Komisaris Ancol dan seolah mengabaikan kerugian material dan immaterial yang dialami warga akibat banjir.

Uki menjelaskan, banjir di Jakarta mengakibatkan ribuan orang mengungsi, kehilangan atau kerusakan aset, kehilangan mata pencarian, hingga lima orang meninggal dunia akibat banjir.

Uki juga mengunggah tangkapan layar artikel dari media daring yang memberitakan soal lima orang ymeninggal akibat banjir, empat di antaranya adalah anak-anak.

"Pak tua, aku yakin tak ada syarat untuk menjilat sebiadab ini dari @aniesbaswedan demi pertahankan jabatan komisaris Ancol," tulus Uki di akun Twitternya, Kamis (25/2/2021).

"Ada ribuan korban banjir mengungsi, kehilangan (& alami kerusakan) aset, pencaharian & nyawa lho. Narasi permusuhanmu jadikan Anies elitis & jauh dari warga," sindir @Uki23.

Sebelumnya, Geisz Chalifah, menyindir pihak-pihak yang menyerang Anies di media sosial soal banjir di Ibu Kota. Pihak tersebut dijulukinya buzzeRp OD (otak dikit).

Menurut Geisz, buzzeRp OD menunggu banjir Jakarta agar punya bahan untuk bully Anies, namun ternyata banjir di Ibu Kota cuma sehari. Hal itu, lanjutnya, membuat penghasilan kaum OD turun drastis.

Komisaris Ancol itu lantas mengajak warganet (netizen) pendukung Gubernur Anies untuk menggalang bantuan buat buzzeRp OD.

"Mohon maaf ini gue serius tapi komentarnya terserah saja. Begini, teman-teman tau kan nasib para BuzzerRp OD, Anies makin dibully makin berprestasi, nunggu banjir JKT tapi ternyata cuma sehari," cuit @GeiszChalifah, Kamis (25/2/2021).

"Nah penghasilan kaum OD turun drastis. Kita galang bantuan buat mereka. Kalian mau bantu apa?" sambungnya.

Pada cuitan lainnya, Geisz menyebut bahwa serangan buzzeRp terhadap Anies tak pernah sunyi, namun mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu justru mendapat berbagai penghargaan dari segala sisi.

"Serangan BuzzerRp tak pernah sunyi namun penghargaan datang dari beragam sisi dan dia tetap santun rendah hati," kata @GeiszChalifah.

"BuzzerRp semakin tak terkendali, beragam fitnah mengisi ruang kedengkian. Namun ikhtiar tak membohongi hasil, kebenaran menemukan jalannya sendiri," ungkap Geisz.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati