Netral English Netral Mandarin
00:46wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Denny: Masak Gubernur Gak Tau Anak Buahnya Keluarin Duit Ratusan Miliar? Jangan Pura2 Bodoh, ah... 

Sabtu, 13-Maret-2021 15:28

Denny Siregar
Foto : CNN Indonesia
Denny Siregar
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Sirear menyindir Gubernur Anies Baswedan yang mengaku tak tahu teknis pengadaan lahan untuk program Rumah DP nol persen,

"Ahhhh masak gak tau sih, Nies? Duit yang keluar untuk beli tanah itu ratusan miliar rupiah, lho. Masak Gubernur gak tau anak buahnya keluarin duit ratusan miliar?" kata Denny, Sabtu (13/3/21).

"Jangan pura2 bodoh, ah... atau memang ga becus kerja??" imbuhnya. 

Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengetahui teknis pengadaan lahan untuk program rumah DP nol Rupiah.

Termasuk pula pengadaan lahan di kawasan Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang diduga dikorupsi oleh anak buah mereka, yakni Direktur Utara  PT Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

"Kami, pak Gubernur, saya dan jajaran itu tidak masuk wilayah teknis ya," ucap Riza Patria, Jumat (12/3/2021).

Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra ini menjelaskan, bahwa ia dan Anies Baswedan hanya membuat kebijakan-kebijakan secara umum. Sehingga untuk mengaplikasikan kebijakan itu, Riza menyebut diurus oleh dinas terkait.

"Kami ini membuat kebijakan secara umum, umpamanya kami targetkan pengendalian banjir, membangun mendukung normalisasi naturalisasi waduk dan sebagainya, secara teknis dinas terkait ya," terangnya.

Sama halnya dengan program DP nol rupiah, Riza Patria mengatakan ia dan Anies Baswedan hanya membuat kebijakan tersebut. Namun, mengenai teknis, seperti pengadaan lahan itu dilakukan langsung oleh pihak Sarana Jaya.

"Kemudian kami meminta dinas perumahan, Sarana Jaya untuk menyiapkan DP 0 rupiah, masing-masing bekerja jadi kami tidak masuk wilayah teknis," ungkap Riza.

"Enggak mungkin lah gubernur-wagub ngurusin yang teknis-teknis, yang besar-besar saja kebijakan besar saja menyita waktu, apalagi masuk wilayah teknis. Itu tugas dinas, tugas sudin," tandasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto