Netral English Netral Mandarin
03:05wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Sentil Aksi BEM SI, Faizal Assegaf: Klaim Ratusan Ribu, Ternyata Cuma Secuil

Senin, 27-September-2021 23:19

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf
Foto : Istimewa
Ketua Progres 98, Faizal Assegaf
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menyoroti jumlah massa yang mengikuti aksi demo Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021). 

Faizal mengatakan, jumlah massa yang mengikuti aksi tersebut tidak sebanyak yang digembar-gemborkan BEM SI.

Hal itu disampaikan Faizal melalui akun Twitternya dalam mengomentari video aksi Aliansi BEM SI yang diunggah salah satu netizen.

"Klaim ratusan ribu, ternyata cuma secuil," sindir @faizalassegaf.

Melihat sedikitnya massa aksi, Faizal lantas menyarankan supaya BEM SI menggunakan cara lain dalam menyampaikan aspirasi mereka, yakni berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan KPK.

"Mending kalian dialog dengan pres @jokowi atau pimpinan KPK. Demo ginian cuma bikin gaduh aja!" kata Faizal.

Seperti diberitakan, ratusan massa dari Aliansi BEM SI berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin siang. 

Aksi ini digelar terkait pemberhentian pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 11:30 WIB tersebut, sempat diwarnai aksi saling dorong, antara mahasiswa dengan polisi, yang berupaya semakin mendekati Gedung KPK.

Namun, aksi itu dapat diredam oleh petugas polisi dengan pengawalan ketat yang dibantu Satuan Brimob dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Dalam aksinya, BEM SI menyampaikan lima tuntutan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan KPK. Tuntutan tersebut dibacakan oleh salah satu koordinator aksi, Zakky M Zuhad.

Tuntutan pertama, BEM SI mendesak Ketua KPK untuk mencabut SK 652 dan SK pimpinan KPK tentang pemberhentian 57 pegawai KPK yang dikeluarkan pada 13 September yang disebabkan oleh TWK yang cacat formil secara substansi mengandung rasisme, terindikasi pelecehan dan mengganggu hak privasi dalam beragama.

Kedua, mendesak presiden untuk bertanggung jawab dalam kasus upaya pelemahan terhadap KPK dengan mengangkat 57 pegawai KPK menjadi ASN.

Ketiga, menuntut Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur dari jabatannya karena telah gagal menjaga integritas dan marwah KPK dalam pemberantasan korupsi. 

Keempat, mendesak KPK agar menjaga marwah dan semangat pemberantasan korupsi. 

Kelima, menuntut KPK agar segera menyelesaikan permasalahan korupsi seperti kasus bansos, BLBI, benih lobster, suap Ditjen Pajak, kasus suap KPU Harun Masiku. 

Setelah menyampaikan lima tuntutannya, massa aksi demo BEM SI membubarkan diri sekitar pukul 15:20 WIB.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli