Netral English Netral Mandarin
23:46wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sentil Jokowi? Gus Umar: Kalau Tak Mau Dihujat, Dihina dan Dibikin Mural, Gak Usah Jadi Penguasa

Minggu, 15-Agustus-2021 11:14

Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan
Foto : Istimewa
Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar menyindir penguasa.

Menurutnya, kalau tak mau dihujat, dihina, dibuat meme dan mural, maka jadilah rakyat biasa seperti dirinya dan tidak usah menjadi penguasa.

Hal tersebut disampaikan Gus Umar di tengah ramainya perbincangan publik soal mural bergambar wajah mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Tangerang yang dibubuhi tulisan '404: Not Found' di bagian mata.

Mural tersebut jadi sorotan dan viral di media sosial setelah dihapus oleh aparat dengan ditutup cat warna hitam lantaran dinilai menghina lambang negara.Pelaku pembuat mural itu pun kini diburu polisi.

"Kalau Gak mau dihujat, dimaki-maki, dihina, dibikin meme, dibikin mural. Gak usah jadi penguasa. Jadi rakyat biasa saja kayak saya," tulis Gus Umar di akun Twitternya, Sabtu (14/8/2021).

Pada cuitan lainnya, Gus Umar membandingkan sikap aparat dan pendukung pemerintah terhadap pembuatan mural Presiden Jokowi dengan mural Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald Trump.

Menurutnya, di Amerika pembuat mural Trump tidak dicari aparat dan para pendukung Trump juga tidak ngamuk-ngamuk seperti pendukung Presiden Jokowi.

"Mural Trump Gak pernah tuh pelukisnya dicari-cari dan Gak ada tuh buzzer Trump ngamuk-ngamuk," kata @UmarChelsea_75.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli