3
Netral English Netral Mandarin
10:25 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Sentil Komnas HAM Soal Kasus 6 Laskar FPI, Haikal Ingatkan Pengadilan Allah

Selasa, 19-January-2021 14:00

Haikal Hassan Baras, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center.
Foto : Istimewa
Haikal Hassan Baras, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penceramah Haikal Hassan Baras mengomentari pernyataan Komnas HAM yang menyebut bahwa tidak ada pelanggaran HAM berat dalam kasus penembakan 6 Laskar Front FPI oleh aparat beberapa waktu lalu.

Bernada satire, Haikal mengatakan bahwa pernyataan Komnas HAM itu menandakan kasus tewasnya 6 Laskar FPI telah selesai.

"Oke.. Selesai kasus," tulis Haikal di akun Twitter-nya, Senin (18/1/2021).

Namun demikian, Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center ini mengingatkan bahwa masih ada pengadilan Allah SWT.

"Sampai nanti dihadapan pengadilan Allah SWT... Terimakasih Komnas HAM," cuit Haikal Hassan.

Sebelumnya, Komnas HAM meluruskankesimpulan-kesimpulan yang beredar terkait pelanggaran HAM dalam kasus tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada (7/12/2021) lalu.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya menyebut ada pelanggaran HAM, tapi bukan pelanggaran HAM berat

"Kami menyampaikan bahwa sebagaimana sinyalemen di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan, diasumsikan, sebagai pelanggaran HAM yang berat. Kami tidak menemukan indikasi ke arah itu (pelanggaran HAM berat)," kata Taufan Damanik dalam jumpa pers bersama Menko Polhukam Mahfud MD di Kemenko Polhukam Kamis (14/1/2021).

Dijelaskannya, ada sejumlah indikator yang mesti terpenuhi untuk menyebut sebuah kasus sebagai pelanggaran HAM berat.

“Untuk disebut sebagai pelanggaran HAM berat tentu ada indikator, ada kriteria. Misalnya ada satu perintah yang terstruktur, terkomando, dan lain-lain. Juga indikator isi, ruangan, kejadian, dan lain-lain,” ungkap Taufan. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP