Netral English Netral Mandarin
00:33wib
Dua laga babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) sudah diketahui dengan mempertemukan Italia vs Austria dan Wales vs Denmark. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) khawatir rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya kolaps di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Sentil Veronica Koman dan Dandhy, Uki: Kenapa Aktivis HAM Tidak Kutuk Teroris KKB Saat Mengencingi HAM?

Minggu, 02-Mei-2021 23:25

Mantan Jubir PSI, Dedek Prayudi
Foto : Suara.com
Mantan Jubir PSI, Dedek Prayudi
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau Uki kembali mempertanyakan alasan para aktivis HAM tidak mengutuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua saat 'mengencingi' HAM.

Pertanyaan itu disampaikan Uki melalui akun Twitternya, dengan menautkan artikel dari salah satu media yang memberitakan soal rentetan kekerasan yang dilakukan KBB di Papua, seperti menembaki guru dan siswa, membakar sekolah hingga membunuh warga. "Udah 2 hari saya bertanya kenapa aktivis HAM tidak mengutuk teroris KKB saat mengencingi HAM, kok belum ada yang bisa jawab? Padahal semua nama dan organisasi udah ditag oleh netizen. Kenapa?" cuit @Uki23, Minggu (2/5/2021).

Uki kemudian menyentil nama pegiat HAM Veronica Koman dan Dandhy Laksono yang kerap mengkritik langkah pemerintah dalam menyelesaikan konflik di Papua dengan mengatasnamakan HAM.

Bahkan, beberapa hari lalu Veronica dan Dandhy juga kompak mengkritik pelabelan KKB atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sebagai organisasi teroris oleh pemerintah.

"Mas @Dandhy_Laksono, jawab dong. Kok ngumpet sih? Mba @VeronicaKoman jawab dong. Aktivis HAM ato buron biasa kayak Rizieq tempo hari?" cuit @Uki23.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkan bahwa pemerintah secara resmi mengategorikan kegiatan KKB Papua sebagai organisasi teroris berdasarkan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," kata Mahfud, Kamis (29/4/2021).

Mahfud pun langsung meminta aparat TNI-Polri menindak tegas kelompok itu karena aksi mereka selama ini mengakibatkan banyak korban yang berasal dari warga sipil Papua.

"Pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, BIN, dan aparat-aparat terkait itu segera melakukan tindakan secara cepat, tegas, dan terukur," ujarnya.

Keputusan pemerintah itu mendapat kritik dari Veronica Koman. Menurutnya, pelabelan itu dapat memicu eskalasi konflik bersenjata dan dikhawatirkan pelanggaran HAM dapat terjadi di wilayah Bumi Cenderawasih tersebut.

Seperti halnya Veronica, aktivis HAM Dandhy Laksono juga mengkritik keputusan pemerintah menetapkan KKB Papua sebagai organisasi teroris.

"Isi kampungnya dikeruk. Orangnya ingin merdeka. Dikirim polisi dan tentara. Yang punya kampung melawan. Yang melawan disebut teroris. Logika penjajah," tulis Dandhy di akun Twitternya, @Dandhy_Laksono, Jumat (30/4/2021). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P