3
Netral English Netral Mandarin
10:46 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Sentilan Gus Umar: Bentar Lagi Muncul BuzzeRp yang Laporkan Pak JK ke Polisi

Senin, 15-Februari-2021 23:55

Gus Umar Hasibuan.
Foto : NU Online
Gus Umar Hasibuan.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Syadat Hasibuan (Gus Umar) menyindir para pendengung atau buzzer yang menyerang Jusuf Kalla (JK) setelah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tapi tidak dipolisikan.

Melalui akun Twitternya, Gus Umar menduga akan ada buzzeRp yang muncul dan melaporkan JK lantaran mengkritik pemerintah.

"Pak JK kritik pemerintah pasti bentar lagi akan muncul buzzerp yang akan laporin Pak JK kepolisi. Zaman sekarang sih tokoh yang kritis kepemerintah langsung dilapor ke polisi," cuit @UmarChelsea_, Minggu (14/2/2021).

Pada cuitan lainnya, Gus Umar menyebutsekelas JK saja diserang, apalagi rakyat biasa. Hal itu, lanjutnya, menunjukkan betapa sulitnya melontarkan kritik di negara ini.

"Pak @Pak_JK cuma nanya gimana caranya kritik tak dipanggil Polisi. Buzzer langsung serbu Pak JK. Sekelas pak JK saja dicaci maki apalagi kita orang biasa ya? Emang sudah gak bisa lagi mengkritik di negara ini," kata Gus Umar.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah. JK mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi.

"Presiden mengumumkan, silakan kritik pemerintah. Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Seperti yang disampaikan Pak Kwik (Kian Gie), dan sebagainya," ujar JK dalam acara peluncuran Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR secara virtual yang disiarkan di kanal YouTube PKS TV, Jumat (12/2/2021). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani