Netral English Netral Mandarin
00:11 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Seorang Polisi Kena Bacok, Ade Armando: Munarman Bilang FPI Gak Pernah Bawa Senjata Tajam?

Jumat, 18-December-2020 18:22

Ilustrasi: Seorang Polisi Kena Bacok, Ade Armando: Munarman Bilang FPI Gak Pernah Bawa Senjata Tajam?
Foto : Tandaseru.id
Ilustrasi: Seorang Polisi Kena Bacok, Ade Armando: Munarman Bilang FPI Gak Pernah Bawa Senjata Tajam?
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang angota kepolisian terkena bacokan sencata tajam saat memukul mundur massa aksi ujuk rasa 1812.

Anggota tersebut kena bacok saat memukul mundur massa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 14.45 WIB. Polisi mendorong mundur massa tanpa cara kekerasan.

"Kalau ada yang melakukan perlawanan kami akan melakukan penangkapan," ujar seorang polisi menggunakan pengeras suara.

Insiden tersebut sontak menjadi perhatian warganet. Dosen Universitas Indonesia Ade Armando, melalui akun FB-nya mencuit pendek, katanya: "Munarman bilang FPI gak pernah bawa senjata tajam?"

Sebelumnya diberitakan polisi telah mengamankan sejumlah massa yang mencoba melawan atau tidak mengindahkan imbauan polisi. Terlihat ada seorang pria yang kedapatan membawa senjata tajam jenis samurai.

Entah bagaimana ceritanya, seorang polisi terkena sabetan sajam tersebut. Polisi itu terlihat luka pada bagian tangan. Pria yang diduga membawa sajam itu lantas dibawa masuk ke mobil tahanan. Dia juga terlihat diinterogasi oleh polisi.

Sebagaimana diketahui, massa dari Front Pembela Islam (FPI) dkk batal menggelar aksi unjuk rasa hari ini di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat.

Tuntutan mereka berkaitan dengan penahanan pimpinan mereka Habib Rizieq Shihab (HRS) hingga kasus tewasnya enam laskar khusus mereka. Massa yang berkumpul dititik demo dibubarkan oleh polisi. Polisi mendorong mundur massa hingga bubar.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto