Netral English Netral Mandarin
20:23wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Seperti Adegan Film CTS, Toko Kelontong Milik Ibunda Ernest Prakasa Gulung Tikar Setelah 36 Tahun

Senin, 13-September-2021 18:00

Ernest Prakasa.
Foto : Instagram
Ernest Prakasa.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM –Kabar kurang mengenakkan datang dari keluarga besar Komika Ernest Prakasa. Alasannya, toko kelontong milik sang ibunda terpaksa gulung tikar setelah 36 tahun beroperasi.

Pernyataan itu disampaikan Ernest melalui unggahan Instagramnya. Dia membagikan potret merangkul sang ibu di depan toko kelontong itu. Ada pula lima orang pria, yang merupakan karyawan di toko itu. 

Ernest menilai, momentum itu bagaikan adegan film yang dia garap yakni Cek Toko Sebelah (CTS). Ibunya hari ini harus mengucapkan selamat tinggal pada karyawan, sebagian bahkan ada yang sudah mengabdi selama belasan tahun lamanya. 

“Toko Baru (di film gw plesetkan menjadi Toko Jaya Baru) yang beroperasi sejak 1985, akhirnya harus menyudahi perjalanannya setelah 36 tahun,” ujar Ernest, dikutip dari unggahan Instagramnya, Senin (13/9/2021). 

Ernest jelaskan, toko kelontong itu merupakan sumber utama nafkah keluarganya. Hal itu terjadi setelah bisnis sang ayah hancur, akibat krisis yang terjadi pada 1998. 

Ernest akui, pandemi membuat pola belanja berubah. Di sisi lain, fasilitas online memang sudah membuat toko kelontong ‘old school’ tergerus dan semakin menggilas tanpa ampun. 

Ayah dua anak itu lantas memberikan dukungan pada sang ibu, agar selalu bersemangat. Ernest juga pastikan, dirinya akan selalu ada untuk sang ibu. 

“Zaman berubah. Hidup berlanjut. Tidak ada yang perlu disesalkan, hanya ada hal-hal baik yang layak disyukuri,” ucap Ernest. 

Membagikan informasi tersebut di media sosial, kolom komentar Ernest dibanjiri dengan doa dan dukungan dari para kerabat. Ada yang sampaikan rasa kesedihannya, ada pula yang mendoakan sang ibu, serta turut prihatian atas situasi yang terjadi. 

Ernest kemudian membagikan sebuah unggahan Reels Instagram. Dia menunjukkan situasi di dalam toko kelontong yang mulai kosong dan tinggal tersisa beberapa produk dagangan. 

“Gimana rasanya?,” tanya Ernest pada sang ibu. 

“Gamang. Aneh rasanya. Aneh banget rasanya,” ujar Ibu Ernest sambil tertawa. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP