Netral English Netral Mandarin
10:32wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Sepi Proyek, Emiten Konstruksi Alihkan Anggaran Belanja untuk Modal Kerja

Rabu, 26-Mei-2021 04:30

Proyek hunian apartemen.
Foto : Istimewa
Proyek hunian apartemen.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi COVID-19 memberi dampak luar biasa besar pada dunia usaha. Laju berbagai sektor bisnis lesu, bahkan banyak yang merosot.

Dampak pandemi juga dirasakan sektor konstruksi yang mengalami penurunan di sepanjang tahun 2020, tahun di mana wabah virus corona merebak di seluruh dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini membukukan penurunan sebesar 5,67 persen pada Kuartal IV Tahun 2020. Merosot jauh dibanding pertumbuhan 5,79 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Merosotnya pertumbuhan sektor konstruksi tercermin pada penurunan realisasi pengadaan semen Indonesia serta impor dan ekspor bahan baku.

Di tingkat pelaku usaha, penurunan kinerja sektor konstruksi itu juga berdampak pada kontraktor pembangunan gedung bertingkat (high rise building) tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU).

Oleh karena itulah, PTDU sebagai emiten yang baru mencatatkan saham pada awal Desember 2020 bermaksud mengubah tujuan penggunaan dana Penawaran Umum alias IPO. Alokasi sebesar Rp11,86 miliar yang semula akan digunakan untuk pembelian alat, diubah menjadi untuk modal kerja.

“Perkembangan bisnis high rise building masih menurun di tahun ini dan Perseroan belum memerlukan untuk menambah alat-alat," ujar Direktur Utama PTDU, Heru Putranto di Jakarta Selasa (5/5/2021).

Selain itu, PTDU juga berencana menambah bidang usaha karena adanya permintaan dari beberapa calon mitra usaha bidang pertambangan sekaligus memperluas pengerjaan di jasa konstruksi pada infrastruktur dan lainnya.

Terkait kinerja sektor kontruksi tahun ini, Fitch Solutions dalam laporan riset yang dirilis pada April 2021 menyebut sektor konstruksi di Indonesia akan tumbuh positif sebesar 8,7 persen.  

Diterangkan, pertumbuhan tersebut akan didorong oleh pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dorongan penggunaan produk domestik, serta berbagai dukungan di bidang infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya pembentukan Indonesia Investment Authority (INA). 

Tentu ini hal yang baik jika terealisasi. Pasalnya, laju sektor konstruksi tercatat minus 3,3 persen di sepanjang tahun lalu.

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli