Netral English Netral Mandarin
20:43wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Serang Anies, Giring: Pembohong, Pura- pura Peduli pada Rakyat, Ego Maju Sebagai Presiden di 2024

Rabu, 22-September-2021 13:30

Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha
Foto : Istimewa
Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, melancarkan 'serangan' terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berbagai tudingan terhadap Anies dilontarkan Giring. Mulai dari pemimpin yang tidak bisa mengatasi krisis,  pembohong, pura-pura peduli pada warga yang terdampak pandemi Covid-19, hingga menyebut Anies memakai APBD demi ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan mantan vokalis grup band Nidji itu melalui video yang diunggah di berbagai akun media sosial PSI, @psi_id. Selasa (21/9/2021).

"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohongan, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," kata Giring di akhir video.

Berikut pernyataan lengkap Giring Ganesha seperti dikutip netralnews.com dari video yang diunggah @psi_id.

Saya percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi. Karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis.

Dalam krisis seorang pemimpin adalah Panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang dia ambil dalam merespon situasi.

Dalam krisis seorang pemimpin sejati harus berupaya menyelamatkan kepentingan yang lebih besar.

Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis.

Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi.

APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadinya untuk maju sebagai presiden 2024

Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula E dan mengeluarkan 1 triliun, 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu.

Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi Covid-19.

Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dan hidupnya susah karena pandemi.

Uang 1 triliun rupiah ia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh, rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan,.

Di tengah semua penderitaan rakyat Anies mengatakan 'menyerah, tidak bisa mengatasi situasi'. Dia mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid dan minta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid rakyat Jakarta.

Tetapi Anies di hadapan media selalu menampakan diri peduli dengan penderitaan rakyat karena pandemi.

Tapi apakah dia peduli?

Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak.

Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024.

Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohongan, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P