Netral English Netral Mandarin
03:59wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Serang Saluran Pernapasan, Apakah Penyakit Asma Bisa Menular?

Selasa, 11-Mei-2021 12:35

Waspadai jenis asma yang bervariasi.
Foto : alodokter
Waspadai jenis asma yang bervariasi.
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Asma merupakan penyakit saluran napas kronik dengan gejala pernapasan yang bervariasi setiap waktu dan intensitas. Diketahui, penyakit yang satu ini sebagian berhubungan dengan keturunan. 

Adapaun gejala dari asma adalah terjadinya mengi, sesak, batuk, dada terasa berat. Gejala itu muncul lebih sering pada malam dan awal pagi. Hal ini terjadi karena adanya pencetus seperti alergen, virus, cuaca, emosi, iritan, asap, bau, dan lain-lain. 

Lantas, apakah penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini bisa menular? 

Baca Juga :

Dokter dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Feni Fitriani Taufik SpP(K) menjelaskan bahwa asma bisa terjadi pada semua usia. Keadaan ini membuat terjadinya penyempitan saluran napas, kontraksi otot saluran napas, dan peradangan, dinding saluran napas yang menebal. 

“Asma tidak menular. Namun, infeksi virus pernapasan seperti flu dapat menyebabkan serangan asma,” terang dr Feni dalam penyelenggaraan Hari Asma Sedunia yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara virtual, baru-baru ini di Jakarta. 

Lebih lanjut dr Feni jelaskan bahwa pada anak-anak, sering dikatikan dengan alergi. Tetapi jika dimulai pada masa dewasa lebih jarang alergi. 

Pasien dengan asma juga diminta untuk mengontrol keadaan asmanya dengan baik. Pasalnya, apabila asma terkontrol dengan baik, penderita asma dapat berolahraga dan bahkan melakukan olah raga dengan hasil terbaik. 

Baca Juga :

Adapun cara mengontrol asma diantaranya dengan mengenali pencentus dan menghindarinya. Diimbau juga untuk menggunakan obat asma sesuai anjuran dari dokter. Penting juga untuk memahami fungsi dari pelega dan pengontrol dan cara pemakaian obat asma. 

“Asma dapat dikendalikan dengan obat steroid inhalasi dosis rendah. Berhenti juga merokok dan hindari pajanan asap rokok, lakukan senam asma dan tatalaksana asma secara mandiri,” pesan dia. 

Dia juga menyoroti perokok dengan kasus asma di Indonesia. Menurut SEATCA, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN. Bahan rokok seperti tembakau juga tercatat telah membunuh sebanyak 225.720 orang setiap tahunnya atau setara dengan 14,7?ri semua kematian. 

Disampaikan juga fakta bahwa sebanyak 21% pasien asma juga merokok, meskipun paham bahwa asap rokok menjadi pencetus yang utama. Keadaan asma pada perokok lantas sulit untuk dikontrol dan meningkatkan angka kunjungan ke IGD atau serangan asma akut. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani