Netral English Netral Mandarin
15:09wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Seret Nama Ahok, Novel Bamukmin Tak Terima Mayjend Dudung Jadi Pangkostrad, Netizen: Keringat Dingin Bercucuran

Rabu, 02-Juni-2021 10:35

Mayjen Dudung Abdurachman
Foto : Istimewa
Mayjen Dudung Abdurachman
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 tak terima Letjend Dudung Abdurrachman diangkap menjadi Pangkostrad. Ia bahkan menyerer-nyeret nama Ahok dalam menyampaikan alasan ketidaksetujuannya.

Di akun FB Mak Lambe Turah, 2 Juni 2021, pernyataan Novel malah membuat banyak netizen mengkritik keras sikapnya. Bahkan ada yang menyebutnya keringat Novel bercucuran dengan berita pengangkatan tersebut. 

MLT: “Heheee egepe, emang siapa elo si nopel???”

Agung Taruna Wibawa: “Keringat dingin sudah bercucuran.”

Ana Arisanti: “Harusnya ikhlas lah.... Kalo memang begitu jalanya..”

Tini Jayadi: “Kok Ahok diseret-seret lagi Mak?”

Sebelumnya diberitakan, Mayjend Dudung kini naik jabatan menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman karena diangkat menjadi Pangkostrad. Hal ini membuat Novel Bamukmin buka suara.

Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 itu mengatakan Dudung tak kayak naik jabatan lantaran telah menggertak FPI dan menurunkan baliho-baliho bergambar Habib Rizieq Shihab.

Baliho diturunkan oleh oknum-oknum TNI, padahal itu tugas dari Satpol PP," ujar Novel, Senin (31/5).

Novel bahkan blak-blakan mengatakan tindakan tersebut telah menodai ulama.

Perintah Dudung terhadap anak buahnya untuk menurunkan baliho itu juga dianggap Novel membuat derajat TNI menjadi turun.

“TNI tupoksinya bukan seperti itu, malah turun derajat,” ujar Novel.

Dia juga melontarkan kritik lantaran sosok-sosok yang dianggapnya menista agama malah mendapatkan jabatan.

Novel yang berprofesi sebagai advokat ini lantas menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai salah satu orang contoh.

Juga Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang pihaknya pernah laporkan dengan dugaab penghinaan agama.

"Viktor Laiskodat yang saya dan rekan lainnya laporkan diduga menghina agama malah jadi gubernur, Ahok jadi komisaris, Immanuel Ebenezer jadi komisaris di BUMN,” sindir Novel.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli