Netral English Netral Mandarin
16:39wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Sering Buang Air Kecil, Lapar dan Haus? Awas, Gejala Diabetes!

Rabu, 18-Agustus-2021 12:15

Waspadai sering buang air kecil di malam hari.
Foto : Diabetes
Waspadai sering buang air kecil di malam hari.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dr dr Wismandari Wisnu SpPD-KEMD dari Divisi Endokrinologi, Metabolisme dan Diabetes, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo mengatakan, Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 sering kali tidak bergejala, hingga menimbulkan komplikasi. Namun demikian, ternyata terdapat gejala klasik DM tipe 2 yang perlu diwaspadai. 

Beberapa gejala klasik DM Tipe 2 yakni, sering haus atau disebut poliuria, sering buang air kecil dan banyak buang air kecil atau disebut polidipsia, dan sering merasa lapar atau disebut polifagia. Gejala klasik lainnya yang patut diwaspadai adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

“Gejala lain dapat berupa badan terasa cepat lelah, kesemutan, gatal dan pandangan kabur. Bisa juga gangguan ereksi pada laki-laki, serta gatal-gatal di kemaluan pada perempuan,” ujar Dr Wismandari, saat konferensi pers virtual baru-baru ini di Jakarta. 

Baca Juga :

Maka dari itu penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter, apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Hal ini penting karena diabetes bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya. 

Pernyataan ini disampaikan, pasalnya menurut estimasi World Health Organitaion (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia pada 2016, diabetes merupakan salah satu dari penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Diabetes bahkan menyebabkan 6 persen dari seluruh totoal kematian. 

Secara sederhana, diabetes mengacu pada sekelompok penyakit yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula darah atau glukosa. Penyebab yang mendasari penyakit satu ini juga bervariasi menurut jenisnya, namun apapun jenis dari diabetes yang terjadi adalah kelebihan gula dalam darah dan hal ini akan memunculkan masalah kesehatan yang lebih serius. 

“Peningkatan kadar gula darah merupakan salah satu komponen sindroma metabolik yang merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular sendiri merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi pada penderita diabetes,” jelas Dr Wismandari. 

Baca Juga :

Seorang penderita diabetes juga dua kali lebih mungkin menderita penyakit jantung atau stroke daripada seseorang yang tidak menderita diabetes. Penyakit kardiovaskular yang sering terjadi sebagai komplikasi pada diabetes adalah penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit arteri perifer. 

Adapun pilar tatalaksana diabetes meliputi edukasi, aktivitas fisik dan pengaturan makan. Perlu juga konsumsi obat seperti tablet dan insulin di bawah pengawasan dokter, serta pemantauan secara mandiri. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani