Netral English Netral Mandarin
23:52wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sering Kritik Pemerintah dan Mengaku Tokoh, Ini Sindiran Menohok Ferdinand Hutahaean kepada Lieus Sungkharisma

Selasa, 24-Agustus-2021 09:07

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) menyindir Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma yang mengaku dirinya seorang  tokoh.

Hal ini berawal dari reaksi Lieus yang, menjawab pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menilai orang-orang penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bermoral dan pengecut.

Lieus pun menantang Megawati untuk bisa bertemu dengan Presiden Jokowi

"Saya dan kawan-kawan aktivis seperti Rizal Ramli, Rocky Gerung, Eggy Sudjana, Yusuf Martak dan lain-lainnya, siap bertemu Presiden Jokowi kapan saja. Sebab kritik yang kita sampaikan selama ini bukan penghinaan dan tidak didasari pada kebencian pada orang per orang, apalagi pada presiden,” ujarnya, pekan lalu.

Terkait hal itu Ferdinans kesal dengan dan meminta Lieus untuk tidak menokohkan diri karena dia tidak pernah mendengar orang Tionghoa menyebut Lieus sebagai tokoh.

"Tokoh Tionghoa? Yg benar bro? Koq saya ngga pernah dengar orang Tionghoa menyebut lu tokoh? Jgn menokohkan diri lah..!!," tulis Ferdimand di akun Twitternya, Selasa (24/8/2021).

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini pun menyinggung keinginan Lieus untuk bertemu presiden dan dia menyarankan Lieus untuk merubah pola pikir sebelum bertemu orang nomor satu di Indonesia ini.

"Soal ketemu Jokowi, lu, rizal, martak, eggy, silahkan perbaiki pola pikir dulu," ujarnya.

Lebih lanjuy Ferdinand mengingatkan Lieus dan pihak-pihak yang selalu menyalahkan dan mengkritik pemerintah untuk mengubah pikiran sesat mereka selama ini.

"Presiden bkn tempat penampungan pikiran sesat ngawur," pungkasnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani