Netral English Netral Mandarin
14:01wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Serpihan Barang Milik KRI Nanggala 402 Ditemukan, Salah Satunya Alas Salat ABK

Sabtu, 24-April-2021 23:25

Ditemukan serpihan alat salat.
Foto : Berita Maritim
Ditemukan serpihan alat salat.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, memasuki hari keempat pencarian kapal selam KRI Nanggala 402, pihaknya menemukan sejumlah barang dilokasi terakhir kapal itu terlihat menyelam.

Diketahui, kapal selam yang membawa 53 personel terbaik TNI AL itu dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.

"Sampai hari ini telah ditemukan beberapa kepingan dan barang-barang yang berada di sekitar lokasi terakhir kapal selam tersebut terlihat saat menyelam itu," kata Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

"Diyakini merupakan bagian atau komponen yang melekat di dalam kapal selam, dan ini tidak akan terangkat keluar kapal, apabila tidak ada tekananan dari luar atau terjadi keretakan di peluncur torpedo," sambungnya.

Melihat bukti-bukti yang ada dan berdasarkan testimoni para ahli yaitu mantan anak buah kapal (ABK) KRI Nanggala dan komunitas kapal selam, lanjut Yudi, pihaknya meyakini bahwa barang-barang yang ditemukan merupakan komponen yang melekat di dalam kapal selam KRI Nanggala 402.

"Jadi bukti-bukti yang terangkum bersama dengan kemarin yang saya sampaikan terjadi tumpahan minyak kemudian oli dan juga barang-barang ini yang diyakini milik KRI Nanggala," ujar  Yudo.

"Barang-barang ini tidak dimiliki oleh umum. Dan di sekitar radius 10 mil tidak ada kapal lain yang melintas. Kemudian para ahli dalam hal ini mantan ABK KRI Nanggala dan juga komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang-barang milik KRI Nanggala," ungkapnya.

Yudi memaparkan, barang-barang yang ditemukan dalam pencarian kapal selam KRI Nanggala-402, yaitu pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye berisi pelumas periskop kapal selam.

"Ditemukan juga alas yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan juga spons- spons untuk menahan panas pada freshroom," jelas Yudo.

Atas bukti-bukti itu, Kasal Yudo menyatakan bahwa pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 dinaikkan fasenya dari fase submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam).

"Dengan adanya bukti-bukti autentik yang diyakini milik KRI Nanggala, sehingga pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk. Dimana pada fase subsunk nanti akan kita siapkan untuk evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan masih selamat," papar Yudo.

"Pada fase subsunk nanti akan kita siapkan untuk evakuasi medis terhadp ABK yang kemungkinan masih selamat. Kita evakuasi baik nanti ke Surabaya atau Banyuwangi nanti akan kita lanjutkan ke proses berikutnya," pungkasnya.

 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani