Netral English Netral Mandarin
02:07wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Setelah AS, Giliran Tentara Inggris Dipulangkan dari Afghanistan

Kamis, 08-Juli-2021 22:37

Tentara Inggris pertama kali diturunkan di Afghanistan pada tahun 2001 menyusul serangan 9/11 di Amerika Serikat
Foto : The Guardian
Tentara Inggris pertama kali diturunkan di Afghanistan pada tahun 2001 menyusul serangan 9/11 di Amerika Serikat
7

LONDON, NETRALNEWS.COM - - Sebagian besar tentara Inggris telah menarik diri dari Afghanistan mengakhiri peran resminya dalam konflik selama dua dekade di tengah ketakutan bahwa keluarnya tentara asing dapat berujung pada perang sipil yang kacau, kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis, (8/7/2021)

Tentara Inggris pertama kali diturunkan di Afghanistan pada tahun 2001 menyusul serangan 9/11 di Amerika Serikat dan memainkan peran besar dalam operasi tempur hingga tahun 2014. Sebanyak 457 pasukan Inggris tewas di negara tersebut.

“Semua tentara Inggris yang ditugaskan untuk misi NATO di Afghanistan kini akan kembali ke tanah air mereka,” kata Johnson dalam pernyataan untuk parlemen.

“Untuk alasan yang sudah jelas, saya tidak akan memberikan detil jadwal keberangkatan mereka, namun saya dapat menginformasikan kepada parlemen bahwa sebagian besar dari personel kita telah pergi.”

Kekerasan telah menyebar di seluruh Afghanistan dalam pekan-pekan sejak Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa para tentara akan mundur tanpa syarat pada 11 September.

Pekan lalu pasukan Amerika Serikat meninggalkan pangkalan udara Bagram, tempat operasi militer AS di negara itu sejak lama, yang secara efektif mengakhiri perang terpanjang Amerika. Pentagon mengatakan bahwa penarikan pasukan AS telah 90 persen selesai.

Johnson menyoroti perubahan dalam kehadiran Inggris di Afghanistan, mengatakan bahwa dia tidak mengecilkan tantangan yang akan dihadapi negara tersebut dan pemerintah akan terus menyediakan bantuan pengembangan.

“Saya harap tak ada yang melompat pada kesimpulan bahwa penarikan tentara kita berarti komitmen Inggris terhadap Afghanistan berakhir, kita tidak akan berpaling, dan kita tidak berada di bawah ilusi tentang bahaya situasi hari ini dan apa yang mungkin terjadi di masa depan,” ujar Johnson pada parlemen.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati