3
Netral English Netral Mandarin
10:11 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Setelah Jadi Korban Rasisme Lalu Diterpa Hoax, Ini Peringatan Keras Pigai

Senin, 25-January-2021 21:40

Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai menegaskan bahwa foto dan tulisan tersebut hoax alias bohong. 
Foto : Twitter Natalius Pigai
Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai menegaskan bahwa foto dan tulisan tersebut hoax alias bohong. 
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar tidak mengenakkan kembali menerpa Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai, pasalnya foto dirinya kembali di edit oleh pihak tidak bertanggung jawab. 

Beredar sebuah foto Pigai mengenakan baju putih, tengah berbicara sambil memegang mic. Berlatar nuansa merah dan hitam, terdapat tulisan yang seolah menunjukkan pernyataan dari Pigai. 

"Kepada masyarakat Papua jangan terprovokasi karena permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan diharapkan tidak ada tindakan-tindakan yang dapat melanggar hukum," tulis tulisan yang ada di bawah potret foto Pigai. 

Mengetahui hal ini, Pigai membantah pernyataan tersebut. Pigai menegaskan bahwa foto dan tulisan tersebut hoax alias bohong. 

"HOAX! TIPU MUSLIHAT PELAKU RASIS," tegas Pigai, dikutip dari unggahan bantahan pada foto tersebut, Senin (25/1/2021).

Lebih lanjut Pigai tegaskan, bahwa tidak ada kata stop dan berhenti untuk menentang rasisme. Dunia bahkan mengutuk tindakan rasisme.

"Jangan percaya gambar dibawah ini. Dibuat oleh okum2 yang melanggengkan Rasisme," tegas dia. 

Seperti diketahui, sebelum diterpa berita hoax, Pigai merasa telah menjadi korban rasisme. Hal ini bermula dari sebuah akun media sosial bernama Ambroncius Nababan, yang menyandingkan wajah Pigai dengan Gorila. 

Unggahan yang memuat tindakan rasisme itu nampaknya menyindir Pigai yang menolak Vaksinasi Sinovac. 

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace," tulis akun tersebut yang viral di media sosial. 

Menerima perlakuan tersebut, Pigai lantas menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya selama Pemerintahan Jokowi, tindakan pembantaian, pembunuhan, dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme. 

Tidak hanya itu, Pigai juga mengadu pada Menhan AS Lloyd Austin bahwa tindakan rasisme pada Papua telah terjadi selama 50 tahun lebih. Melalui cuitan di Twitternya, dia meminta perhatian dari Menhan yang baru saja dilantik tersebut.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati