Netral English Netral Mandarin
16:03 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Setelah Melly Goeslaw Kini Seret Hedi Yunus, Dokter Tirta: Saya Tak Asal Koar−Koar dan Cangkeman

Senin, 11-January-2021 12:00

dr Tirta
Foto : Istimewa
dr Tirta
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa Cipeng dan dr Tirta baru−baru ini komentari penampilan dari Penyanyi Melly Goeslaw. Tirta sebut Melly dalam suatu penampilan hanya menggunakan eye shield, yang tidak sesuai protokol kesehatan di saat Pandemi Covid−19.

Tidak sampai di Melly, nama Penyanyi Hedi Yunus juga ikut diseret. Pasalnya Hedi membela Melly dan mengatai dr Tirta dengan Bahasa Sunda.

“Emang jelema eta GANDENG PISAN CONGOR (berisik sekali mulutnya) na sih @melly₋goeslaw,” ujar Hedi pada sebuah kolom komentar yang kemudian didokumentasikan dan diunggah dr Tirta, seperti dikutip pada Senin (11/1/2021).



Tidak tinggal diam, dr Tirta lantas menanggapi Hedi Yunus. Dia tegaskan bahwa apa yang dikatakannya pada Melly bukanlah asal bicara, melainkan patuh pada peraturan yang ada.

Tirta lantas menunjukkan adanya sebuah peraturan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Peraturan dimaksud adalah Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Nomor 12 Tahun 2020 tentang Dukungan Lembaga Penyiaran dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Persebaran Covid─19.

“Buat mas @hedi₋yunus, SAYA TIDAK ASAL KOAR2 DAN CANGKEMAN MAS WKWKWWKWK. Pegangan saya ATURAN. Jelas ada !,” tegas dr Tirta, dikutip dari unggahannya, Senin (11/1/2021).

Tirta klaim, sebelum mengunggah, dia juga udah izin pada Ketua KPI Pusat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Covid−19. Pasalnya, ketika ada kesalahan dan disiarkan, berarti sudah masuk ke ranah publik dan di sisi lain ada UU Penyiaran.

“Publik berhak foto2 siaran tv donk. Masa kita ga boleh update foto nonton tv? Trus? Tv aja singkatannya Tele Vision −,−,” kata dr Tirta.

Tirta juga merasa percaya diri karena relawan tenaga kesehatan juga mendukung langkahnya. Maka dr Tirta mempersilahkan Hedi Yunus untuk membaca aturan yang ada.

“Masala sepele kok. Perbaiki aja ke depannya. Ga usah denial. Kami sudah KOAR KOAR PAKE CONGOR, SEJAK MARET MAS. Skrg rs penuh. Kami ttp akan koar2 trus,” tegas dr Tirta.

Tirta mempertanyakan, ke mana saja Hedi Yunus selama ini. Dia mempertanyakan, apakah Hedi Yunus tidak melihat kenyataan di lapangan dan rakyat di bawah. Ada denda bila tidak mengenakan masker, sebesar Rp 250.000. “Tau ga mas?,” sambung dia.

Tirta meminta Hedi Yunus bisa membedakan apa itu eye shield dan face shield. Selain itu, dia juga meminta Hedi Yunus untuk membaca aturannya kembali.

“Saya yakin anda bisa. Temen ada pake apa mas?,” ujar dr Tirta.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati