Netral English Netral Mandarin
14:02wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Setiap 3 Detik Ada 1 Orang Alami Patah Tulang karena Osteoporosis, Ini Cara Mencegahnya!

Selasa, 19-Oktober-2021 16:40

Di seluruh dunia, setiap tiga detik terjadi satu fraktur
Foto : Keep Healthy
Di seluruh dunia, setiap tiga detik terjadi satu fraktur
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dokter Spesialis Gizi Dr dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK mengatakan, di seluruh dunia, setiap tiga detik terjadi satu fraktur atau patah tulang akibat osteoporosis. Osteoporosis sendiri dikenal juga sebagai keadaan tulang keropos. 

Biasanya pada tulang normal, massa tulang akan padat, tetapi keadaan itu tidak didapati pada mereka yang osteoporosis. Pada tulang osteoporosis, massa tulang tidak padat dan berisiko alami tulang patah. 

Keadaan osteoporosis lantas memberikan berbagai dampak, diantaranya fisik, psikis atau kejiwaan, ekonomi dan sosial. Untuk fisik, bentuk atau postur tubuh tentu akan mengalami perubahan, misalnya menjadi lebih pendek atau bongkok, sehingga mengalami keterbatasan dalam aktivitas. 

“Terkait faktor psikis atau kejiwaan, dengan terbatasnya gerak dapat mengakibatkan stres karena keinginan beraktivitas yang terhalang. Faktor sosial, keterbatasan gerak bahkan jika telah patah, perlu bantuan orang lain yang dapat menyebabkan keterbatasan bersosialisasi,” jelas dr Luci, dalam Virtual Media Briefing, Selasa (19/10/2021). 

Untuk faktor ekonomi, biaya yang harus dikeluarkan pada mereka yang alami osteoporosis rupanya cukup fantastis. Biaya yang dikeluarkan meliputi minum obat-obatan secara teratur dan terus-menerus, sedangkan harga obatnya cukup mahal. 

Maka dari itu dr Luci sampaikan beberapa upaya untuk mencegah osteoporosis. Diantaranya, imbauan untuk konsumsi makanan yang kaya akan kandungan kalsium karena kalsium adalah salah satu zat pembentuk tulang. 

“Makan makanan yang kaya akan kalsium. Misalnya teri, karena tulangnya bisa dimakan yang mengandung kalsium. Selain itu brokoli, tempe dan tahu,” imbau dr Luci. 

Selain itu diimbau untuk beraktivitas dan latihan fisik secara rutin dan teratur. Alasannya karena olahraga meningkatkan integritas tulang dnegan cara mempertahankan apa yang telah dimiliki. Selain itu olahraga dapat membantu mengurangi jatuh dnegan cara meningkatkan tonus otot dan keseimbangan. “Olahraga juga dapat mengurangi risiko patah tulang hingga 40 persen,” sambung dia. 

Pencegahan osteoporosis lainnya yakni menstruasi yang teratur pada wanita. Selain itu cukup paparan sinar matahari atau Vitamin D. Diimbau untuk berjemur pada jam 10 pagi sampai 3 sore, selama 5-15 menit, dua sampai tiga kali dalam seminggu. 

“Tidak perlu sampai membuka baju dan seluruh anggota tubuh terpapar sinar matahari. Cukup area yang terpapar minimal kedua lengan dan tungkai,” pesan dia.

Pencegahan lainnya adalah menghindari rokok dan minuman berakohol, bersoda dan berkafein berlebih. Nikotin di dalam rokok bisa menyebabkan terjadinya reabsorbsi kalsium dalam ginjal. Merokok juga menyebabkan hormon estrogen (hormon reproduksi yang menjaga kesehatan tulang) berkurang di dalam tubuh). 

Efek racun dari rokok akan memperlambat pembentukan sel tulang yang baru atau dikenal dengan osteoblast. Itu bisa terjadi dengan menghambat kerja hormon calcitonin. 

Minum-minuman beralkohol >2 unit per hari bisa juga meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur atau patah tulang pada panggul pria dan wanita. Kafein dan soda pun berpotensi mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh. 

Apabila perlu, Anda juga bisa mencegah osteoporosis dibantu dengan konsumsi Vitamin D. Bagi usia 0-3 tahun kebutuhan Vitamin D adalah 10mcg atau 400 IU per hari, usia 4-64 tahun yakni 15 mcg atau 600 IU, dan >65 tahun 20 mcg atau 800 IU per hari. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi