Netral English Netral Mandarin
04:02wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Sudjewo Tedjo Setuju Tepuk Tangan Dilarang, Alasannya Mengejutkan, Netizen: Ga Cocoklogi

Senin, 26-April-2021 11:52

Kolase Sudjewo Tedjo dan Abdullah Hehamahua
Foto : Kolase Netralnews
Kolase Sudjewo Tedjo dan Abdullah Hehamahua
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Abdullah Hehamahua yang meminta kader Partai Masyumi tidak lagi tepuk tangan karena tepuk tangan budaya Yahudi, hingga kini masih ramai menjadi pergunjingan. 

Bahkan budayawan Sudjewo Tedjo pun ikut angkat bicara. Ia justru menyatakan mendukung melarang tepuk tangan. Tapi, alasannya ternyata mengejutkan. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen justru mencibir balik ke Sudjewo Tedjo.

MLT: “Yaudah gapa2 kalo wasting time mah, yg penting ga cocoklogi aja, soal kl cocoklogi itu jatohnya lucu.”

Napitupulu: “Anak bayi aja yg d ajarkan pasti tepuk tangan.”

Sentot: “Apa cuma saya yg kalo dengar ini orang bicara slalu ga mudeng..”

Johan: “Seniman karyanya ra cetho.”

Pernyataan Sudjiwo Tedjo

Sebelumnya diberitakan,  polemik larangan bertepuk tangan lantaran dianggap warisan budaya Yahudi rupanya memantik budayawan kondang Sudjiwo Tedjo untuk buka suara.

Sebagaimana diketahui, polemik larangan tepuk tangan ramai diperbincangkan publik usai pernyataan yang dilontarkan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI Abdullah Hehamahua.

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi tersebut mengatakan, kader Masyumi dilarang bertepuk tangan lantaran dianggap bagian dari budaya Yahudi.

Polemik larangan bertepuk tangan tersebut disampaikan Abdullah Hehamahua dalam kanal YouTube 'Masyumi Memanggil'.

"Maaf, ciri Masyumi tidak ada tepuk tangan. Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi," kata Abdullah Hehamahua.

Oleh karena itu, Abdullah Hehamahua mengingatkan kepada para kadernya agar tidak bertepuk tangan.

"Saya mohon betul, sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan. Tapi, ciri Masyumi adalah takbir," ucap Abdullah Hehamahua.

Menanggapi hal tersebut, Sudjiwo Tedjo mengaku setuju dengan larangan bertepuk tangan.

"Tepuk tangan dilarang? Aku setuju," ujar Sudjiwo Tedjo dalam akun Twitter-nya.

Walaupun demikian, Sudjiwo Tedjo mengungkap alasan dirinya menyetujui larangan bertepuk tangan bukanlah karena tradisi Yahudi.

Menurutnya, bertepuk tangan saja membuang-buang waktu jika tidak diberi tindakan konkret.

"Tepuk tangan itu buang-buang waktu kalau tak berlanjut dukungan nyata," kata Sudjiwo Tedjo dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Senin, 26 April 2021.              

Sudjiwo Tedjo kemudian menjabarkan beberapa tindakan konkret yang membuat tepuk tangan menjadi kegiatan yang bermakna.

"Topi koboiku misalnya, itu hadiah dari penonton di Melbourne. Abis aku nyanyi Titi Kolo Mongso, dia tak cuma berdiri tepuk tangan, tapi nyata ngasih topi koboi," tutur Sudjiwo Tedjo.

Pada penutupnya, Sudjiwo Tedjo menegaskan jika dirinya setuju bertepuk tangan saja dilarang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati