Netral English Netral Mandarin
22:38wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Sherina Munaf Soal Kematian Anjing Canon di Aceh: Aparat Keji, Agenda Egois Manusia Berseragam

Minggu, 24-Oktober-2021 12:00

Artis Sherina Munaf
Foto : Suara Merdeka
Artis Sherina Munaf
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Artis Sherina Munaf turut angkat bicara soal kematian seekor anjing hitam bernama Canon. Canon merupakan anjing yang tinggal di Pulau Banyak, Aceh dan menjadi korban karena dalih ciptakan wisata halal.

Sherina mempertanyakan, sampai kapan manusia dari bangsa kita sendiri memperlakukan satwa seperti benda begini. Apalagi Canon adalah hewan peliharaan seseorang. 

"The greatest privilege of having A VOICE is to PROTECT the VOICELESS. Kl km resah karena ini, SPEAK UP," ujar Sherina, dikutip dari cuitan dan unggahan Instagramnya, Minggu (24/10/2021).

Sherina mengajak masyarakat membayangkan, seekor anjing yang sepanjang hidupnya percaya manusia, tetapi didatangi oleh para aparat keji. Aparat mengarungi Canon hingga lemas dan tewas. 

"Ketika didatangi aparat keji itu ekornya melambai-lambai ramah, ternyata detik-detik terakhirnya adalah dikarungi ampai lemas dan akhirnya tewas. Demi agenda egois manusia yang berseragam," tegas Anak Triawan Munaf itu. 

Sherina bahkan ikut stres membayangkan hewan peliharaan tersayang, dirawat dari kecil, ramah dan percaya sama manusia, malah diburu, disiksa dan tewas oleh tangan-tangan aparat berseragam. 

"Utk alasan apakah? Wisata halal? Kalau sampai iya demi itu, apakah halal = menghalalkan segala cara? Sakit," tegas wanita kelahiran Bandung itu. 

Sherina juga sampaikan kekecewaannya pada tanggapan dari Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Singkil, Ahmad Yani. Dia klaim tindakannya tidak melanggar SOP saat menghadapi Canon.

"Manusia jg tanpa ngerti dia salah apa, tiba2 di karung terpal, mulut diikat, merintih kepala keluar, dipaksa masu karung lagi ya STRES. 

Niat bunuh/tidak bunuh, anjing PELIHARAAN ini TEWAS," ujar wanita 30 tahun ini.

Dia sampaikan pesan khusus kepada Kasatpol PP Aceh Singkil, Ahmad Yani yang menduga Canon mati karena stres. Canon dimasukkan ke keranjang sayur, ditutup kayu, dibungkus terpal, dilakban keliling, dibawa naik boat dari Pulau Panjang ke Singkil. 

"Cuaca hari itu panas. Canon mati karena TIDAK BISA NAFAS," kata Sherina geram.

Menurut Sherina, ini bukan soal generalisasi sebuah daerah, ataupun soal agama. Ini soal kesejahteraan hewan yang dipelihara dari kecil dan diambil paksa hingga tewas. 

"Kami di sini bersuara demi keadilan Canon, pemiliknya, dan anjing2 di bagian INDONESIA manapun," ujar Sherina. 

Ironisnya, apakah dengan bersuara seperti ini akan mengembalikan nyawa Canon atau anjing-anjing lainnya? Tidak. "Tapi kita bisa mencegah hal2 seperti ini di masa depan dengan bersuara," sambung dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi