Netral English Netral Mandarin
21:59wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Sialnya China Paham Rahasia Kapal Perang Bebas Masuk RI Asal Jangan Pasang Baliho, RR: Beraninya Sama Baliho doang

Sabtu, 18-September-2021 10:18

Ilustrasi penurunan baliho HRS dan kapal perang China
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi penurunan baliho HRS dan kapal perang China
32

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara 6 kapal perang China mondar-mandir di Natuna tanpa ada tindakan aparat militer, sejumlah tokoh membuat pernyataan pedas. 

Akun ADHIE M MASSARDI @AdhieMassardi malah membandingkan dengan kasus baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dirobohkan. 

“Andai saja di kapal perang China komunis itu terpampang baliho... Hakul yakin pasti akan diserbu untuk turunkan baliho. ︎sialnya China paham rahasia bebas masuk NKRI. Yg penting jangan pasang baliho. Aman...!!” kata Adhie Massardi.

Pernyataan tersebut dikomentari pula oleh ekonom, Rizal Ramli.

“Satire . Mosok beraninya sama baliho doang,” kata Rizal Ramli.

Sejumlah kapal perang China mulai mondar-mandir di Laut Natuna. Hal ini diketahui usai sejumlah video diambil oleh nelayan di Kepulauan Riau.

Saat mengambil video tersebut para nelayan melihat setidaknya enam kapal China yang mondar-mandir di perairan Natuna Utara pada Senin (13/9/2021).

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri mengatakan bahwa video tersebut diambil pada koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Pada video tersebut terlihat para kapal perang China berada di zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Kapal yang terlihat paling jelas merupakan kapal Destroyer Kunming-172.

Hendri berharap pemerintah Indonesia lebih memperhatikan kondisi yang terjadi apalagi dengan situasi seperti sekarang ini. Pasalnya menurutnya banyak nelayan Indonesia sendiri yang merasa ketakutan.

”Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri saat dihubungi, Rabu (15/9/2021), dikutip dari Kompas.id via Kompas.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati