Netral English Netral Mandarin
13:28 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Siap Diperiksa, HRS Minta Polda Jangan Kerahkan Pasukan untuk Menjemputnya

Sabtu, 12-December-2020 08:50

Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab
Foto : Istimewa
Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan, Habib Rizieq Shihab (HRS), mengumumkan jika dirinya akan datang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020) pagi ini.

"Pada malam ini saya umumkan untuk seluruh anak bangsa, Insya Allah
besok, hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2020 di pagi hari, saya bersama pengacara akan datang ke Polda Metro Jaya, Insya Allah," kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di Front TV pada Sabtu (12/12/2020) dini hari.

Habib Rizieq mengatakan, kedatangannya ke Polda Metro Jaya adalah untuk menunjukkan komitmennya sebagai warga yang baik yang patuh pada prosedur hukum yang berlaku.



"Jadi saya mau menunjukkan bahwa kita tetap punya komitmen untuk menjadi warga negara yang baik, untuk patuh hukum, untuk ikut melaksanakan dari prosedur hukum yang ada," ucap dia.

Setelah mengumumkan demikian, Habib Rizieq lantas meminta agar Polda Metro Jaya tidak perlu mengerahkan kekuatan atau pasukan untuk menjemput dirinya, karena hal itu akan mengundang perhatian masyarakat dan terjadi kerumunan dan bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk melakukan provokasi sehingga terjadi kegaduhan yang merugikan semua pihak.

"Selanjutnya, saya ingin menyampaikan kepada Polda Metro Jaya agar tidak terjadi kerumunan, agar tidak mengambil perhatian dari masyarakat, agar juga tidak ada pihak ketiga yang memanfaatkan momentum soal penjemputan saya ini sehingga bisa menimbulkan kegaduhan, maka itu saya minta kepada Polda Metro Jaya tidak perlu untuk mengerahkan kekuatan secara berlebihan, bahkan menurut saya tidak perlu ada penjemputan, tidak perlu ada pengerahan pasukan," ujarnya.

Selain menghindari terjadinya kerumunan dan dimanfaatkan pihak ketiga, lanjut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, pengerahan pasukan juga mengeluarkan biaya yang banyak dan hanya menguras tenaga.

"Itu hanya akan mengeluarkan biaya yang banyak, kemudian ditambah lagi juga menguras tenaga, dan yang paling berbahaya adalah mengundang perhatian masyarakat sehingga nanti terjadi kerumunan, nah begitu terjadi kerumunan nanti ada pihak ketiga sebagai provokator, membuat kegaduhan dan ini akhirnya bisa merugikan kita semua," ungkap Habib Rizieq.

"Jadi tidak usah khawatir, tidak perlu ada pengerahan kekuatan, tidak perlu ada pengerahan pasukan, karena Insya Allah pada hari Sabtu pagi tanggal 12 Desember 2020 saya akan diantar oleh para pengacara saya untuk memenuhi panggilan atau memenuhi rencana pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Polda Metro Jaya sesuai dengan aturan yang berlaku," jelasnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (10/12/2020), Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka kasus kerumunan massa dalam acara penikahan putrinya pada 14  November lalu di Petamburan, Jakarta Pusat. Penetapan tersangka dilakukan Polda Metro Jaya usai gelar perkara pada Selasa (8/12/2020).

Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka setelah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi, yakni pada tanggal 1 dan 7 Desember 2020, dengan alasan dalam masa pemulihan.

Selain Habib Rizieq, polisi menetapkan lima orang tersangka lainnya, yakni ketua panitian HU, sekretaris panitia saudara A, penanggung jawab acara saudara MS dan SL, dan seksi acara saudara HI.

"Dari hasil gelar perkara menyimpulkan ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang pertama sebagai penyelenggara Saudara MRS sendiri. Disangkakan Pasal 160 dan 216 (KUHP)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Yusri juga menyebut Polda Metro Jaya akan melakukan upaya paksa untuk menghadirkan keenam tersangka kasus kerumunan massa acara tersebut, termasuk Habib Rizieq.

"Keenam tersangka ini Polri dalam hal ini akan menggunakan upaya paksa yang dimiliki oleh Polri, sesuai perundang- undangan. Apa upaya paksanya pemanggilan atau dengan lakukan penangkapan, itu upaya paksa," tegasnya.






 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli