Netral English Netral Mandarin
15:42wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Orang yang Sibuk Debat Agama, Sesungguhnya Tak Sanggup Debat Ilmu Pengetahuan Terbaru? Muannas: Overdosis Agama

Selasa, 06-April-2021 19:35

Muannas Alaidid
Foto : Istimewa
Muannas Alaidid
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Diskusi “virtual” antara Ulil Abshar Abdalla, Muannas Alaidid, dan Budiman Sudjatmiko melalui Twitter menarik untuk disimak.

Mereka mencoba mengupas permasalahan yang sangat relevan dengan situasi di Indonesia saat ini dimana terus-menerus berdebat dengan menggunakan dalil-dalil agama. Terkadang, malah tidak lagi gunakan pendekatan ilmu pengetahuan. 

“Bangsa yg sibuk berdebat ttg agama sesungguhnya tak sanggup berdebat ttg ilmu2 pengetahuan terbaru..,” kata Budiman memulai bahasannya.

Lebih lanjut ia mengatakan: “Manusia yg berdebat soal asal-usul suku sesungguhnya tidak sanggup berdebat ttg poblem2 paling baru. Apalagi menyelesaikannya.”

“Manusia yg jadi bagian bangsa spt ini mudah jadi obyek politisi2 petualang yg mau berkuasa tanpa berpikir tp cukup dengan menyemburkan api..Membakar emosi2 primordial yg melekat di tubuh manusia sejak janin atau sejak kanak2 (suku & agama),” imbuh Budiman.

Pernyataan Budiman mendapat tanggapan Ulil.

“Dalam agama, juga berkembang kekayaan khazanah ilmu yg amat luar biasa. Kalau ndak ada perdebatan keagamaan, bagaimana akan lahir orang2 spt Cak Nur, Gus Dur, dll?” kata Ulil Abshar Abdalla.

Muannas Alaidid ikut angkat bicara. Ia membenarkan pendapat kedua tokoh di atas namun juga menambah poin penting lainnya.

“Twit @budimandjatmiko dan @ulil ini saya setujui dua2nya. Ga saling menafikan. Yg bermasalah bukan perdebatan agama, tp overdosis agama: semua hal ditarik2 ke agama. Politik, sosial, covid, bencana alam dll semua dinilai dan dilihat pake agama. Udah gitu kaku dan leterlek,” kata Muannas seperti dinukil Netralnews, Selasa (6/4/21).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto