Netral English Netral Mandarin
13:36 wib
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Yonex Thailand Open 2021 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1) siang. Kedua wakil berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran. Sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak.
Sidang Praperadilan HRS Selesai, RH: Sangat Aneh, Sengaja Dipancing Persoalan

Jumat, 08-January-2021 09:50

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara terkait sidang praperadilan HRS.
Foto : Ideologi
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara terkait sidang praperadilan HRS.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara terkait sidang praperadilan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) yang baru saja selesai. Dia ketahui, sidang tersebut banjir teguran hakim ke Polisi dan pengacara.

"Kita nilai sendiri apakah ini masalah besar sebenarnya," ujar Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Jumat (8/1/2021).

Kata Refly, ini masalah yang terkait dengan undangan Maulid Nabi dan undangan pernikahan Anak HRS, Syarifah Najwa Shihab. Dia pertanyakan letak rasa keadilan, apabila masalah seperti itu menjadi isu nasional, dengan ancaman hukuman 6 tahun.



Apalagi dalam acara tersebut ada banyak Polisi, TNI dan Satpol PP. Artinya petugas yang berwenang dan memiliki otoritas ada di tempat.

Apabila memang Polisi, TNI dan Satpol PP memandang acara tersebut adalah pelanggaran protokol kesehatan, seharusnya ditindak. Apalagi bila melihat sebuah pelanggaran pidana, Polisi, TNI dan Satpol PP harus bisa menghentikan.

"Jangan kemudian sengaja dipancing terus menerus baru dipersoalkan. Jadi sangat aneh," tegas Refly.

Seharusnya, Satpol PP paling tidak memperingatkan. Apabila Satpol PP tidak mampu, lantas ada Polisi. Apabila Polisi tidak mampu mengatasi, masih ada TNI.

"Masa sih Polisi tidak mampu. Kan ada juga TNI untuk membackup," tanya dia.

Lebih lanjut Refly menilai apabila ancaman hukuman pada HRS juga terlalu berlebihan. Dia harap hakim yang tangani kasus memiliki hati nurani, bahwa pengenaan pasal 160 KUHP tentang penghasutan terkesan dibuat-buat.

"Soal penghasutan memang terkesan dibuat-buat dan memang terkesan sekadar sarana untuk menahan Habib Rizieq," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani