Netral English Netral Mandarin
06:17wib
DPR mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. PPATK menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.
Sidang Sengketa Pilkada Kalsel, Kubu Denny Indrayana: Semua Dalil Gugatan Kami Terbukti

Selasa, 23-Februari-2021 23:40

 Denny Indrayana-Difriadi Darjad.
Foto : Antara
Denny Indrayana-Difriadi Darjad.
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kubu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Denny Indrayana-Difriadi mengklaim sidang lanjutkan sengketa Pilkada Kalsel 2020 yang digelar di Mahkamah Konstitusi pada Senin (22/3/2021), sudah membuktikan dalil gugatan pemohon. 

Kubu Denny Indrayana-Difriadi menilai, saksi-saksi yang diajukan dalam persidangan telah membeberkan penyalahgunaan wewenang pasangan petahana Sahbirin Noor-Muhiddin.

"Pada persidangan kan jelas semua dalil gugatan kami terbukti, secara terang- benderang disampaikan para saksi," kata kuasa hukum Denny-Difriadi, Raziv Barokah dalam rilis kepada awak media, Selasa (23/2/2021). 

Raziv menjelaskan, dalam rekaman persidangan kemarin, Muhammad Yahya, saksi yang dihadirkan Denny Indrayana- Difriadi menjelaskan soal pelanggaran penggunaan bantuan sosial (bansos) untuk pemenangan pasangan petahana Sahbirin Noor-Muhidin.

Baca Juga :

Saksi yang berprofesi sebagai pengemudi tenaga kontrak di Balai Pengawasan Benih Kalimantan Selatan, lanjut Raziv, mengatakan terlibat langsung dalam pengemasan beras untuk bansos sejak 2018 hingga pertengahan 2020. 

Raziv melanjutkan, Yahya mengaku setiap hari seluruh karyawan diperintahkan mengemas beras bansos per hari hingga tujuh ton atau sekitar 1.800 kemasan  dengan stiker bertuliskan "Bergerak" dan "Paman Birin" disertai foto Sahbirin Noor dilakukan dengan pengerahan pegawai kontrak. 

Setelah dikemas, beras bansos diantar ke rumah dinas gubernur sebelum dibagikan kepada masyarakat. Yahya juga membenarkan tayangan foto dan video yang diperlihatkan dalam persidangan tersebut.

Hal senada, kata Raziv, juga disampaikan saksi Chandra Adi Susilo. Menurutnya,  penyalahgunaan bansos yang melibatkan ASN untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 tersebut tersebar di 20 kecamatan dan diketahui melalui media sosial dan tayangan berita stasiun telivisi lokal di Banjarmasin. Chandra juga mengaku melihat bahan kampanye pasangan Sahbirin Noor-Muhidin di fasilitas-fasilitas umum, di antara di mobil pengangkut sampah dan tandon air.

Raziv juga membeberkan perdebatan yang cukup menarik juga terjadi antara Hakim Aswanto dengan saksi Pihak Terkait, Hamdiah. Saksi adalah merupakan saksi tingkat Kabupaten Banjar. Saat hakim Aswanto bertanya tampak saksi menjawab ringkas dan sering menjawab tidak tahu.

Beberapa kali Aswanto meminta saksi untuk jujur karena sudah disumpah di depan persidanga. "Ibu tadi disumpah, kalau tidak jujur kami bisa meminta untuk diproses secara hukum karena memberikan kesaksian palsu".

Panel Hakim Suhartoyo juga menyoroti adanya 24 TPS dengan pemilih 100 persen kehadiran dan seluruhya memilih pasangan Sahbirin-Muhiddin. Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kasypiah yang mejadi sasaran  pertanyaan hakim. 

Raziv mengungkapkan, jawaban Erna yang berbelit-belit ini membuat Hakim Suhartoyo kesal dan geleng-geleng kepala. 

Hakim juga menanyakan dari kecamata Bawaslu apakah ada karena sesuatu yang men-drive, secara sistemik sehingga masyarakat di daerah tersebut memberikan suaranya 100 persen.

Erna, tambah Raziv, menjelaskan bawa pada saat pemungutan berlangsung  tidak ada laporan pelanggaran. Namun, setelah itu ada laporan penggunaan suara oleh orang yang sudah meniggal dunia, yaitu pada TPS 01 dan TPS 02 Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani