Netral English Netral Mandarin
03:13wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Simak, Ini Tips Terhindar dari Suntikan Vaksin Kosong!

Rabu, 11-Agustus-2021 17:40

Baru-baru ini terjadi suntik vaksin palsu.
Foto : Freepik
Baru-baru ini terjadi suntik vaksin palsu.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM memberikan tips agar Anda terhindar dari suntikan vaksin kosong. 

Untuk memastikan Anda divaksinasi dengan benar, Prof Zubairi imbau agar memperhatikan beberapa tahap, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021): 

1. Vaksin harus dikeluarkan dari botol di depan penerima vaksin. 

2. Tenaga Kesehatan (Nakes) menunjukkan dosis sebelum menyuntik.

3. Jika memungkinkan, penerima vaksin harus melihat apakah Nakes itu benar-benar memasukkan vaksin. 

4. Minta diperlihatkan jarum suntik kosong setelah penyuntikan.

Informasi ini disampaikan menyusul pihak Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Utara yang menetapkan perawat berinisial EO sebagai tersangka. Alasannya, EO ternyata menyuntikkan vaksin kosong di Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021) kemarin.  

Sebelumnya beredar sebuah video yang menunjukkan seorang pemuda tengah menjalani Vaksinasi Covid-19. Saat itu dia ditangani Nakes yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Awalnya tidak terlihat kejanggalan dari proses vaksinasi. Keanehan muncul saat Nakes mengeluarkan jarum suntik dari dalam boks vaksin. Jarum suntik terlihat kosong, namun tetap disuntikan kepada sang pemuda.

Setelah itu, bekas suntikan pun ditutup dengan plester selayaknya vaksinasi pada umumnya. Ternyata tidak hanya dialami satu orang, sang Nakes mengaku telah menyuntik vaksin kosong ke 599 orang.

"Pasti nakesnya kelelahan melakukan 500-an suntikan hanya dalam satu hari. Yang harus jadi perhatian, bagaimana jika peristiwa ini tidak terjadi di satu tempat saja," kata Prof Zubairi. 

Menurut Prof Zubairi, harus dicari sebenarnya berapa banyak orang yang mendapat suntikan-suntikan vaksin kosong itu. Sehingga bisa diketahui jumlah riil yang belum terproteksi vaksin. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani