Netral English Netral Mandarin
09:27wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sindir Anies yang Usul WNA Pencari Suaka Divaksin, DS: Dia Sibuk Mikirin Bangsa Lain

Kamis, 12-Agustus-2021 16:45

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengusulkan agar vaksinasi Covid-19 juga diperuntukkan bagi warga negara asing (WNA) pencari suaka di Jakarta.

"Gini nih Presidennya Palestina cabang Indonesia..Orang mah sibuk mikirin bangsa sendiri, dia sibuk mikirin bangsa lain," tulis Denny di akun Twitternya, Kamis (12/8/2021).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyurati mengusulkan warga negara asing (WNA) yang merupakan pencari suaka juga disuntik vaksin Corona atau COVID-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan WNA pencari suaka tidak masuk sasaran vaksinasi.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengirim surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang isinya mengusulkan agar vaksinasi Covid-19 juga diperuntukkan bagi WNA pengungsi dan pencari suaka.

Anies mengatakan upaya ini dilakukan untuk mendorong cakupan vaksinasi untuk seluruh penduduk usia 12 tahun ke atas, meskipun saat ini Kemenkes telah menyetujui vaksinasi mandiri menggunakan vaksin gotong-royong (VGR) bagi WNA.

"Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan vaksinasi di DKI Jakarta terdapat WNA yang rentan terhadap penularan Covid-19 dan tidak memungkinkan untuk menggunakan VGR, yaitu WNA yang berstatus sebagai pengungsi dan pencari suaka," kata Anies dalam surat yang ditandatanganinya pada 12 Juli 2021.

Anies mempertimbangkan beberapa aspek. Salah satunya WNA pencari suaka hidup berdampingan dengan warga dan relatif kesulitan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 maupun isolasi mandiri.

"Dalam keseharian, mereka tinggal dan beraktivitas bersama warga Indonesia lainnya, serta relatif kesulitan menerapkan prokes secara ketat dan isolasi mandiri, sehingga mereka perlu mendapatkan perlindungan," tulis mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sebenarnya, kata Anies, vaksinasi bagi pencari suaka beserta pengurus dan sukarelawan sudah diusulkan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) kepada Dinas Kesehatan DKI pada 17 Maret 2021. Namun, usulan tersebut hanya terbatas pada pengungsi dan pencari suaka yang memenuhi kriteria lansia dan memiliki komorbid.

Merespons permintaan Gubernur Anies, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan WNA pencari suaka tidak masuk sasaran vaksinasi.

"Itu (WNA pencari suaka) bukan jadi sasaran vaksinasi ya," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Nadia menegaskan, saat ini fokus pemerintah adalah melakukan program vaksinasi bagi warga negara Indonesia (WNI). "Kita masih memprioritaskan WNI saat ini apalagi dengan keterbatasan jumlah vaksin global," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati