Netral English Netral Mandarin
01:35wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Sentil BPJS Kesehatan Soal Kebocoran Data, Roy Suryo: Secara De Facto Sudah Terjadi, Masyarakat Jadi Korban

Sabtu, 22-Mei-2021 10:29

Mentan Menpora
Foto : Istimewa
Mentan Menpora
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengungkapkan secara fakta kebocoran ratusan data Warga Negara Indonesia sudah terjadi.

Mantan Politisi Demokrat itu meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan buat bertanggung jawab.

Seperti diketahui, data pribadi 279 juta penduduk Indonesia itu diduga telah bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums. Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (nomor induk kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga nilai gaji.

"Sekecil apapun Datanya yg diakui (dari 279 Jt), mau 100rb atau bahkan 1-pun, yg namanya Kebocoran de Facto sudah terjadi," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya, di Jakarta, Sabtu (21/5/2021).

selain itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas dugaan kebocoran data yang disebut bersumber dari BPJS Kesehatan.

“Saat ini kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan,” kata Iqbal.

Praktisi IT itu juga mengatakan kalau sikap BPJS Kesehatan bakal menjadi bumerang. Namun, sejauh yang dirugikan serta menjadi korban tentunya masyarakat.

"Pernyataan Humas BPJS-Kesehatan ini justru bisa jadi bumerang de Jure jika Penyelidikan naik ke Tahap Penyidikan, yg jelas Masyarakat sudah jadi Korban.Ambyar," tulisnya lagi. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli