Netral English Netral Mandarin
01:29wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Sindir Jokowi? Andi Arief: Jaman SBY Meski Tak Kangen Didemo, Namun Tak Alergi Didemo

Minggu, 25-Juli-2021 14:45

Politisi Demokrat, Andi Arief
Foto : Istimewa
Politisi Demokrat, Andi Arief
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief mengenang masa pemerintahan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakilnya Boediono.

Menurutnya, meski SBY-Boediono tak menyampaikan 'kangen didemo', namun mereka tidak alergi didemo, sekalipun itu unjuk rasa untuk menuntut mundur dari jabatan presiden dan wakil presiden.

Andi seolah menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah mengatakan kangen didemo kala masih menjabat sebagai Wali Kota Solo pada 2012 lalu.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter-nya. Ia juga mengunggah cuplikan video lawas aksi demo dari berbagai elemen pada akhir Januari 2010 lalu yang menuntut SBY-Boediono mundur dari jabatannya karena dianggap gagal memimpin Indonesia.

Andi mencuit demikian di tengah hebohnya poster ajakan untuk menggelar Aksi Nasional bertajuk 'Jokowi End Game' yang menuai kritik dan kecaman dari pendukung pemerintahan Jokowi.

"Dulu jaman SBY-Boediono meski tidak kangen didemo, namun tidak alergi didemo, bahkan sampai tuntutan menurunkan SBY-Boediono," kata @Andiarief_, Sabtu (24/7/2021).

Sebelumnya, poster Seruan Aksi Nasional bertajuk 'Jokowi End Game' beredar luas media sosial. Poster tersebut berisi ajakan kepada masyarakat untuk demo menolak kebijakan PPKM dan menghancurkan oligarki istana.

Dalam poster itu, disebutkan aksi Jokowi end game akan digelar pada Sabtu (24/7/2021), dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

“Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game: mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya,” demikian bunyi poster yang beredar di media sosial.

Namun hingga Sabtu sore, tidak terlihat massa yang menggelar aksi di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P