Netral English Netral Mandarin
02:05wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Sindir PDIP, Politisi PD: Jauh Lebih Sulit Berkoalisi dengan Partai 'Juara Korupsi Sepanjang Masa'

Sabtu, 29-Mei-2021 20:00

Politisi Partai Demokrat (PD) Yan Harahap
Foto : Indonesia report
Politisi Partai Demokrat (PD) Yan Harahap
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat (PD) Yan Harahap menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut partainya sulit berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.

Yan menyindir PDIP dengan mengatakan bahwa Demokrat jauh lebih sulit berkoalisi dengan partai 'juara korupsi sepanjang masa'.

Yan kemudian menyinggung kasus korupsi yang menjerat politisi PDIP, seperti Juliari Batubara di kasus Bansos Covid-19 dan Harun Masiku yang masih menjadi buronan KPK dalam kasus korupsi penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

"Menurut keyakinan saya, jauh lebih sulit bagi Demokrat berkoalisi dengan Partai ‘juara korupsi sepanjang masa’ yang Wabendumnya ‘pembegal’ dana bansos bagi rakyat miskin, dan kadernya, Masiku, masih ‘buron’ hingga kini," tulis Yan Harahap di akun Twitternya, Jumat (28/5/2021).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya sangat sulit berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat karena ada ideologi dan basis yang berbeda di antara mereka.

"Ya koalisi bagi PDIP kerja sama politik itu basisnya harus ideologi. PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda, sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal," kata Hasto, Jumat (28/5/2021).

"Dengan Demokrat berbeda, basisnya berbeda. (Demokrat) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya kami berbeda dengan Partai Demokrat," jelasnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati